4 Bakteri Yang Selalu Bersarang Dalam Tubuh Kita Serta Penjelasannya

Bakteri merupakan organisme terbanyak dan paling berkelimpahan dari semua organisme. Meski ukurannya yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat tanpa bantuan mikroskop, bakteri ada di mana saja, di air, tanah, dan di tubuh makhluk hidup. Berikut ini beberapa jenis bakteri beserta penjelasannya :

Staphylococcus

Bakteri ini biasanya di temukan di bagian kulit yang terluka, mata yang sudah terinfeksi, hidung, tenggorokan, air liur dan usus manusia. Bakteri ini sering bersarang di dalam lendir kuning yang berasal dari hidung. Stafilokokus tidak menyebabkan penyakit sampai mereka mendapatkan makanan sendiri, tumbuh serta berkembang biak, sehingga mereka dapat menghasilkna toksin tersendiri. Ini adalah racun yang menyebabkan penyakit, karena toksin tidak mudah hancur atau hilang dengan hanya memasak makanannya saja. Gejala keracunan makanan staphylococcus ini biasanya muncul antara 1 sampai 8 jam setelah makan makanan yang sudah terinfeksi.

Salmonella

Ada ratusan bakteri jenis salmonella tapi tidak semua dapat berbahaya bagi manusia. Mereka dapat di temukan di bagian usus, perut dan kotoran manusia serta kotoran hewan lainnya. Keracunan makanan akibat bakteri jenis ini dapat memakan waktu sampai 48 jam selama waktu bakteri ini dapat berkembang di tubuh setelah makanan dimakan. Gejala termasuk mual, kram perut, diare, demam dan sakit kepala, dapat berlangsung selama 3 sampai 21 hari. Hal ini dapat menyebabkan kematian pada orang yang lebih muda, lemah atau sangat tua. Orang yang menderita kanker atau minum obat-obatan tertentu seperti jantung, ginjal atau masalah hati perlu untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi sesuatu.

Clostridium

Bakteri ini ditemukan di dalam tanah dan di usus hewan, termasuk hewan ternak, unggas, ikan dan tubuh manusia. Keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri clostridium sangat penting untuk di ketahui karena kejadian ini sangat umum terjadi. Gejala keracunan makanan Clostridium akan terjadi sekitar 12 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi. Gejala ini termasuk sakit perut, diare, kadang-kadang mual dan muntah, ini pun berlangsung selama 24 jam. Salah satu jenis bakteri clostridium menimbulkan penyakit yang sangat serius yang disebut botulisme. Penyakit ini disebabkan oleh makan makanan yang sudah terkontaminasi dengan racun yang sangat beracun yang di hasilkan oleh Clostridium botulinum bakteri.

Campylobacter

Bakteri ini ditemukan di banyak hewan seperti anjing, kucing, sapi dan unggas. Biasanya bakteri ini dapat mencemari makanan dan air. Gejala keracunan makanan Campylobacter biasanya berlangsung selama 2 sampai 5 hari. Gejalanya seperti diare, sakit perut yang parah, muntah dan demam. Ini merupakan penyakit yang serius di kalangan masyarakat karena kemungkinan dapat menyebabkan dehidrasi akibat diare.

Bagaimana bakteri tumbuh dan berkembang biak ?

Bakteri bereproduksi (berkembang biak) dengan membelah dua. Dalam kondisi yang baik, bakteri dapat berkembang biak pada tingkatan yang sangat cepat. Bakteri dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik ketika mereka :

  • ketika merasa hangat  (37 ° C-38 ° C)
  • adanya embun
  • persediaan makanan yang cukup

Dalam kondisi yang ideal, bakteri dapat berkembang 2 kali lipat setiap 20 menit. Misalnya, jika dalam sepotong daging kanguru sudah terinfeksi bakteri yang sudah di letakan di permukaan terbuka dan hangat serta lembab, maka bakteri pun dengan mudah akan menggandakan jumlah mereka setiap 20 menit dan dalam 3 jam dari 100 bakteri akan berkembang biak menjadi lebih dari 50.000 bakteri.

Makanan dapat terkontaminasi melalui penanganan makanan yang tidak benar

Makanan dapat terkontaminasi dengan bakteri penyebab penyakit di mana saja makanan sedang ditangani atau disimpan di permukaan terbuka yang memudahkan bakteri tersebut untuk bersarang dalam makanan tersebut, seperti tempat-tempat berikut ini :

  • di pabrik di mana ia diproses yang siap dijual
  • dalam sebuah truk yang diambil dari pabrik ke toko
  • di toko-toko tertentu
  • di outlet makanan seperti kantin sekolah
  • antara toko dan rumah
  • di rumah

Contoh kontaminasi selama penyimpanan

Makanan merupakan resiko tertinggi yang dapat terkontaminasi oleh bakteri seperti ayam mentah yang sudah terkontaminasi sebelum dimasak. Karena daging yang sudah memalui proses pemasakan pun tidak dengan mudah langsung untuk menghilang bakteri jenis tertentu hanya dengan suhu panas, dan ini akan memudahkan bakteri untuk dapat masuk ke dalam tubuh kita.

Contoh kontaminasi selama penanganan

Sebelum memasak ikan yang terkontaminasi bakteri jenis salmonella, seseorang akan menggunakan pisau dan talenan untuk memotong daging. Bakteri dari ikan akan mudah terkontaminasi bakteri dari pisau dan talenan. Irisan daging yang di masak dengan menggunakan pisau dan papan tanpa mencucinya terlebih dahulu, akan memudahkan daging tersebut untuk terkontaminasi.

Kita sudah harus menyadari bahwa banyak sekali penyebab penyakit yang sepele tanpa pernah kita ketahui karena bakteri, virus dan parasit tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Jadi ubahlah keabiasaan bersih dari yang terkecil seperti selalu mencuci tangan sebelum makan.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *