7 Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Mengkonsumsi Daging Babi

Daging babi merupakan daging yang banyak dikonsumsi dan di hidangkan sebagai makanan terlezat di kawasan Eropa dan Amerika. Karena teksturnya yang empuk dan juga sangat kaya rasa, menjadikan daging babi ini mudah disukai dan digemari oleh semua orang tidak terkecuali dengan anak-anak dan orang yang sudah lanjut usia. Tapi diluar kenikmatan daging babi tersebut, ada banyak sekali efek bahaya yang dapat merugikan kesehatan tubuh kita, salah satu yang paling terkenal dari bahaya daging babi ini adalah cacing pita.

Cacing pita tersebut tidak bisa mati ketika memasuki pencernaan kita, bahkan dapat hidup dan berkembang sampai ukuran panjang 9 meter di dalam usus tubuh. Keberadaannya tersebut juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti timbulnya infeksi usus yang dapat membuat ketahanan tubuh seseorang menjadi lemah dan mudah sakit. Lihat juga mengenal lebih jauh tentang keracunan makanan!

Binatang yang kotor

Babi ini termasuk satu-satunya hewan yang laing kotor, bukan kotor karena tempat tinggalnya di lumpur, melainkan karena babi ini merupakan binatang yang mempunyai kebiasaan memakan kembali urine, kotoran, daging busuk hewan, belatung dan bahkan muntahannya sendiri untuk kembali di makan.

Beracun

Daging dan lemak babi ini dapat menyerap racun dengan cepat sama halnya dengan spons yang langsung menyerap air di sekitarnya. Daging babi ini dapat 30 kali lebih beracun dari daging sapi dan daging rusa. Ketika memakan daging sapi atau rusa, tubuh kita akan membutuhkan waktu 8-9 jam untuk mencerna daging yang di saring dari kandungan racun yang terdapat dalam daging tersebut oleh hati. Beda halnya dengan daging babi yang hanya membutuhkan waktu 4 jam untuk mencerna daging, dengan demikian tubuh kita akan mendapati resiko yang lebih tinggi dari racun dalam waktu yang lebih singkat.

Tidak berkeringat

Tidak seperti mamalia lainnya, babi tidak berkeringat atau memproduksi air keringat. Keringat adalah sarana untuk pengeluaran racun dari dalamtubuh. Jadi, keringat juga menjadi salah satu pendukung bahwasanya babi ini tidak layang kita konsumsi, karena ketika babi tidak berkeringat, otomatis saja racun dalam tubuh babi tidak bisa dikeluarkan. Yang akhirnya menyebabkan penumpukan racun berbahaya dalam tubuh babi yang biasa di konsumsi dan di gemari oleh masyarakat Eropa dan Amerika tersebut.

Cepat terkontaminasi

Daging babi yang sudah di sembelih ternyata akan lebih mudah dan cepat terkontaminasi oleh cacing, belatung dan bakteri lainnya yang akan berkembang biak di daging babi tersebut. Sehingga dalam beberapa hari saja daging babi sudah mulai di penuhi oleh cacing, beda halnya dengan daging hewan lainnya. Belum ditemukan cara pemasakan atau suhu panas yang seperti apa untuk memastikan bahwa parasat tersebut dapat mati.

Tinggi lemak

Daging Babi memiliki dua kali lebih banyak lemak dari pada daging sapi. 3 oz daging sapi saja hanya mengandung sekitar 8,5 gram lemak, beda halnya dengan daging babi 3 oz yang mengandung sekitaran 18 gram lemak. 3 oz beef rib memiliki 11,1 gram lemak dan 3 oz daging babi tulang iga memiliki 23,2 gram lemak.

Ladang penyakit

Babi membawa sekitar 30 penyakit berbeda yang dapat dengan mudah ditularkan ke manusia, karena memiliki DNA yang hampir sama dengan manusia. Inilah sebabnya ada sebagian agama yang melanggar terhadap pengonsumsian daging babi tersebut.

Cacing mematikan

Trichinae atau cacing babi adalah mikroskopis kecil yang dapat tetap hidup dalam usus, otot, sumsum tulang belakang atau otak manusia tanpa mati dan bahkan sampai dapat berkembang dengan ukuran 9 mter. Hal ini dapat menimbulkan penyakit trichinosis. Biasanya orang yang terkena cacing pita tidak memiliki gejala dalam beberapa hari, kemungkinan gejala dapat timbul seperti tifus, radang sendi, rematik, gastritis, meningitis, masalah kandung empedu, dan penyakit berat lainnya.

Berarti ada baiknya ketika salah satu agama ada yang melarang untuk memakan daging babi ini, karena sudah jelas sekali mengenai dampak buruk dan bahayanya yang lebih besar ketimbang dengan manfaatnya yang boleh dikatakan tidak memiliki sama sekali manfaat sekecil apapun dari makanan haram ini. Untuk menjaga kesehatan dan agar terhindar dari penyakit yang sewaktu-waktu dapat menyerang tubuh kita, jadi ada baiknya kalau kita mengetahui cara pencegahan bakteri gastroenteritis yang menjadi penyebab beberapa masalah kesehatan dalam perut kita, seperti diare, muntah, perut kembung, dan masih banyak lagi.

Karena tidak semua olahan daging dapat menimbulkan kanker loh, tapi sudah jelas dengan daging babi ini yang dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan yang tanpa kita sadari juga bahkan sampai menyebabkan kematian. Seperti yang sudah kita bahas di atas tadi, bahwasanya tidak ada cara pengolahan atau suhu panas terbaik yang digunakan untuk membunuh sekumpulan parasit yang berada di dalam daging babi tersebut.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *