7 Makanan Ini Dapat Berdampak Negatif Terhadap Kesehatan Otak Anda

Seringkali kita tidak memperhatikan asupan makanan yang kita konsumsi sehari-hari dan tanpa mengetahui kandungan dari makanan-makanan tersebut. Kebanyakan makanan sekarang ini sudah banyak mengandung zat aditif yang biasanya dimaksudkan untuk mengawetkan makanan tersebut sehingga dapat utuh dan tahan lama tanpa merubah tekstur, cita rasa dll. Mulai dari monosodium glutamat (MSG) yang bisa menjadi racun bagi sel-sel otak kita bahkan dalam pemakaian dosis kecil sekalipun, tetap saja akan mempengaruhi memori, suasana hati, dan sistem saraf dalam otak kita.

Kafein

Ketika kita meminum minuman yang mengandung kafein, tubuh secara otomatis akan menyerap dengan cepat dan disalurkan ke bagian tubuh lain termasuk otak, kemudian akan dikeluarkan melalui urin. Meskipun tidak terkait dengan kerusakan otak, tetapi makanan ataupun minuman yang mengandung kafein akan sangat berdampak buruk terhadap kesehatan mental dasar seseorang. Namun, kebanyakan orang pada saat ini mengatasi situasi depresi hanya dengan meminum minuman yang mengandung kafein dan tanpa mereka sadari bahwa kebiasaan ini akan menimbulkan sindrom serangan panik secara tiba-tiba pada bagian otak kita.

MSG

Kandungan zat aditif yang populer dalam masakan Asia seperti MSG yang sudah bnyak digunakan oleh para koki untuk meningkatkan cita rasa dalam suatu masakan tertentu. Seperti kandungan excitotoxin, MSG yang lebih banyak menstimulasi neuron dapat menyebabkan impuls menjadi mudah lelah dan rusak dalam beberapa waktu kedepan. Setiap penggunaan MSG sangat berdampak negatif terhadap bagian otak dengan terlebih dahulu menyerang saraf dan batang otak kita. MSG ini biasanya dicampur dengan berbagai macam bahan baku lainnya seperti rasa alami, rempah-rempah, protein hidrolisat, ekstrak ragi autolyzed, natrium caseinate, bouillons, isolat protein kedelai.

Makanan yang diolah melalui cara dimasak

Jenis makanan yang dapat menstimulan secara berlebihan terhadap produksi dopamin atau senyawa kimia yang disebut sebagai neurotransmitter yang mengarahkan seseorang tersebut ke keinginan terhadap sesuatu secara berlebihan. Makanan yang diolah memalui proses memasak ternyata banyak mengandung bahan pengawet, aditif, pewarna, dan pemanis buatan yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perilaku dan fungsi kognitif kita serta dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan demensia, karena asupan tinggi akan makanan yang mengandung sodium. Sebuah studi pada tahun 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation telah menemukan bahwa makanan yang mengandung lemak tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada bagian hipotalamus otak. Untuk itu kita harus mengetahui beberapa makanan yang dapat meningkatkan kekuatan dan fungsi otak kita.

Garam

Penggunaan garam dalam setiap makanan yang kita konsumsi akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius termasuk timbulnya gangguan masalah mental. Garam membantu dengan mengirimkan garam ke impuls saraf dan masuk dan keluarnya air dari sel. Asupan garam yang tinggi dapat menyebabkan aktivasi sel menjadi hipertonik, yang berdampak baik bagi tubuh, tetapi seiring berjalannya waktu kemampuan tubuh kita untuk rileks dan menyeimbangkan cairan dalam mengalirkannya melalui saraf akan menurun. Sebuah studi pada tahun 2011 yang diterbitkan dalam Neurobiology of Aging telah ditemukannya kesehatan yang sudah mulai memburuk pada pembuluh darah yang yang disebabkan oleh makanan yang tinggi sodium yang berhubungan dengan penurunan otak secara kognitif lebih cepat dari usia tua tertentu.

Gula

Mengkonsumsi jumlah gula yang tinggi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan masalah neurologis yang menyerang memori otak kita sehingga dapat mempengaruhi proses belajar kita. Terlalu banyak gula dalam darah juga dapat memperlambat penggunaan sel-sel insulin dalam otak untuk membantu proses pikiran dan menangani keadaan emosi. Sebuah studi pada tahun 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Physiology menemukan bahwa zat yang terdapat dalam fruktosa ini ternyata dapat memperlambat fungsi dan memori pada otak.

Lemak trans

Lemak trans sudah bnyak diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol buruk (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak trans bahkan dapat menyebabkan penyusutan otak. Lemak trans akan meningkatkan jumlah oksidasi dalam tubuh kita dan membuat kekakuan pada bagian arteri serta dapat membuat peradangan dan meningkatkan berbagai macam gangguan pada otak.

Tahu

Sebuah studi pada tahun 2008 yang diterbitkan dalam dementia and Geriatric Cognitive Disorders menemukan bukti bahwa mengkonsumsi tahu dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kesehatan memori kita menjadi memburuk. Meskipun belum sepenuhnya diketahui secara jelas tentang efek samping dari produk kedelai yang mengandung tinggi fitoestrogen ini hubungannya dengan penuaan otak, peningkatan risiko demensia dan rendahnya fungsi memori.

Untuk menjaga kesehatan tubuh kita agar lebih sehat dan fungsi memori pun menjadi lebih meningkat sehingga dapat terjauh dari gangguan demensia ataupun gangguan lainnya yang mengancam otak kita, kita harus lebih bisa menjaga asupan makanan yang kita konsumsi dan ternyata kacang mete pun dapat berkhasiat untuk peningkatan kesehatan otak kita.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *