8 Makanan Beracun Yang Biasa Kita Makan

Yang kita tahu makanan beracun adalah makanan yang benar-benar sudah dilarang peredaran atau produksinya oleh pemerintah dan sangat tidak baik untuk dikonsumsi. Tapi, lain halnya dengan jenis makanan beracun yang akan kita bahas dalam artikel ini, yang akan membahas mengenai beberapa jenis makanan umum yang biasa kita konsumsi yang ternyata makanan tersebut masuk kedalam kelompok makanan yang terbilang beracun loh.

Banyak dari kita kalau keracunan makanan itu terjadi karena faktor makanan yang tidak sehat ataupun tanggal konsumsi makanan yang sudah melewati batas produksi. Akan tetapi tidak semua hal tersebut benar, karena masih ada juga kok beberapa jenis makanan yang masih bisa dikonsumsi walaupun sudah melewati tanggal kadaluarsa, dan benar-benar sangat aman untuk dikonsumsi loh. Yu kita cari tahu apa saja makanan tersebut!

Kacang lima

Kacang lima juga dikenal sebagai mentega kacang, yang ternyata mempunyai kandungan sianida yang tinggi, yang juga merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tanaman. Meski begitu, kacang lima juga harus melalui proses pemasakan secara menyeluruh dan benar dan memastikan bahwa kandungan racun didalamnya sudah menghilang.

Ikan buntal

Hampir semua jenis ikan buntal mengandung tetrodotoxin yaitu racun mematikan yang 1.200 kali lebih beracun dari sianida. Racun dalam satu ikan buntal cukup untuk melenyapkan 30 orang manusia dan belum ditemukannya obat penawar.

Biji jarak

Jika kita menelan atau mengunyah biji jarak, maka mereka akan melepaskan senyawa risin, salah satu racun yang paling beracun yang paling dikenal oleh manusia. Makan hanya satu atau dua biji jarak saja yang dapat dengan mudah menyebabkan kematian pada seseorang.

Kacang almond

Beberapa tanaman dari apel dan almond pahit ternyata mengandung senyawa sianida di dalamnya yang mampu untuk mencegah dari si pemakan herbivora. Tapi, almond pahit dan almond manis tidaklah sama, kandungan racun sianida yang terdapat dalam almond pahit sudah cukup ampuh untuk membunuh orang dewasa.

Singkong

Sama halnya dengan makanan jenis almond pahit, singkong juga mengandung racun sianida. Kandungan sianida dalam singkong menimbulkan sedikit ancaman terhadap banyak orang yang berada dikalangan ekonomi rendah, di mana singkong telah menjadi bagian utama dari diet subsisten yang menjadikan singkong menjadi makanan pokok utama.

Batang rhubarb

Daun rhubarb mengandung senyawa asam oksalat, senyawa kimia yang ditemukan dalam pemutih, pembersih logam dan produk anti-karat. Daunnya juga mengandung glikosida antrakuinon. Dengan memakan daunya saja sudah dapat menyebabkan sensasi terbakar di mulut dan tenggorokan, mual dan muntah, nyeri pada lambung, shock, kejang dan bahkan kematian.

Tomat dan kentang

Daun dan batang dari kedua jenis sayuran tomat dan kentang ini masih termasuk kedalam anggota keluarga nightshade yang mengandung alkaloid beracun yang disebut solanin. Ketika kentang mulai tumbuh dan ketika daging mulai berubah menjadi hijau, maka dalam keadaan seperti itulah akan mulai tingginya kadar racun yang dikeluarkan dari kentang. Gejala-gejalanya pun akan terasa ketika kita mengalami keracunan kentang tersebut, seperti produksi air liur berlebihan, diare (makanan penyebab diare), melambatnya detak jantung, menurunnya tekanan darah dan pernapasan serta serangan jantung.

Jamur

Jamur sudah banyak bertanggung jawab terhadap kasus keracunan yang sudah banyak dialami oleh banyak orang. Dan jenis jamur dari genus Amanita secara umum bertanggung jawab terhadap sekitar 95 persen dari semua kasus keracunan yang disebabkan oleh jamur.

Kita juga tidak pernah tahu kan makanan apa saja yang dapat membuat tubuh kita melepaskan respon atau reaksi yang menandakan kalau kita ini keracunan makanan, karena tanpa kita sadari makanan yang kita konsumsi tersebut walaupun tidak termasuk makanan yang beracun, akan tapi biasa saja dapat membuat tubuh kita memberikan reaksi seperti orang yang keracunan. Untuk itu, ada baiknya kalau kita mengetahui terlebih dahulu mengetahui proses terjadinya keracunan makanan, dari mulai gejala dan tanda-tanda yang dapat kita diagnosis lebih awal, jika kita mengetahui kondisi tersebut.

Penyebab keracunan makanan tersebut biasanya karena di sebabkan oleh ada bakteri, virus dan juga parasit yang memasuki sistem pencernaan kita dan menimbulkan beberapa gejala berbeda pada tubuh seseorang, karena jenis bakteri tersebut tidaklah baik dan hanya berdampak buruk terhadap organ dalam tubuh. Tapi ada juga kok beberapa jenis bakteri yang bersarang dalam tubuh kita serta penjelasannya, agar kita lebih mengetahui dan paham betul akan peranan bakteri baik dalam tubuh.

Masalah kesehatan perut tidak hanya disebabkan oleh keracunan makanan saja, akan tetapi ada masalah kesehatan lain yang dapat berhubungan dengan perut kita, seperti halnya dengan gejala, penyebab dan cara pencegahan gastroenteritis bakteri, yang dapat mengganggu kesehatan perut kita dengan menimbulkan ketidaknyamanan dengan kondisi yang sewaktu-waktu dapat timbul.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *