9 Manfaat Marijuana Untuk Pasien Penderita Kanker

Marijuana merupakan tanaman yang terkenal karena termasuk kedalam sejenis obat terlarang narkotika, salah satu sebab mengapa ganja atau marijuana menjadi tumbuhan terlarang adalah karena zat THC. Zat ini bisa mengakibatkan pengguna menjadi mabuk sesaat jika salah digunakan. Sebenarnya kadar zat THC yang ada dalam tumbuhan ganja dapat dikontrol kualitas dan kadarnya jika ganja dikelola dan dipantau dengan proses yang benar.

Dalam penelitian meta analisis para ahli dari Universitas Cardiff dan Universitas Bristol, Inggris, pencandu ganja berisiko terkena schizophrenia, yakni peningkatan gejala seperti paranoid, mendengar suara-suara dan melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada yang berujung pada kelainan jiwa, seperti depresi, ketakutan, mudah panik, depresi, kebingungan dan berhalusinasi, gangguan kehamilan dan janin.

Lihat juga pilihan gaya hidup sehat untuk penderita kanker !

Marijuana juga dapat menawarkan berbagai manfaat untuk pasien penderita kanker, karena dari berbagai macam studi pun telah terbukti mengenai manfaat dari marijuana sebagai obat yang ampuh untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit tertentu, seperti halnya kanker ini. Marijuana ini dapat mengatasi penderita kanker melalui berbagai macam cara untuk dapat meringankan seseorang terhadap penyakit kanker. Namun, status hukum ganja telah mencegah peneliti di banyak negara-negara untuk memberikan bukti secara menyeluruh mengenai manfaatnya. Sebaliknya, para ilmuwan menjadi terbatas untuk mempelajari efek bahan kimia yang terdapat dalam ganja (disebut cannabinoid).

Untungnya, ada beberapa penelitian tentang ganja yang dilakukan di Israel, di mana ganja tersebut sudah digunakan sebagai obat medis yang secara sah legal. Sebuah studi yang melibatkan 200 pasien kanker telah terbukti ditemukan mengenai penggunaan ganja sebagai obat medis yang ternyata dapat menimbulkan kondisi perbaikan pada penderita kanker.

Mual dan muntah

Marijuana sudah banyak dikenal karena kemampuannya untuk mengurangi kondisi dari gejala mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi. Dan menjadi sangat efektif untuk mengatasi gejala tersebut, sehingga bentuk pil THC (Marinol) telah disetujui oleh FDA untuk mengobati mual akibat kemoterapi dan muntah sejak tahun 1985.

Berat badan

Seiring dengan gejala kondisi mual-mual tersebut, pasien yang menjalani kemoterapi sering merasa sulit untuk mempertahankan berat badan normal. Untungnya, ganja telah terbukti dengan kemampuannya yang tidak hanya dapat meredakan mual saja, tapi juga dapat merangsang nafsu makan juga. Untuk pasien penderita kanker, ganja dapat membantu meningkatkan asupan makanan dan mencegah hilangnya berat badan.

Suasana hati

Pasien kanker sering menderita gangguan mood seperti depresi. Meskipun bukan lagi menjadi rahasia umum bahwa ganja juga dapat membuat pengguna merasa baik, karena banyak studi telah menemukan, zat kimia dalam ganja tampaknya mengandung sifat seperti anti-kecemasan dan efek antidepresan.

Nyeri

Efek lain dari ganja yaitu untuk meredakan rasa nyeri. Karena dari beberapa studi yang telah dilakukan mengenai ganja telah terbukti dapat mengurangi rasa sakit pada penderita kanker.

Tidur

Pasien penderita kanker sering menderita masalah tidur, termasuk kesulitan tidur atau mempertahankan tidur yang baik. Di sisi lain, kantuk adalah salah satu efek samping yang paling sering disebabkan oleh ganja. THC juga telah terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Kita harus bisa mengatasi masalah ini dengan mencoba beberapa makanan yang dapat meningkatkan kualitas tidur kita dengan baik.

Kelelahan

Gejala kelelahan terkait penyakit kanker juga dapat menyebabkan pasien merasa mengantuk di siang hari. Menariknya, ganja tampaknya sangat membantu pasien untuk mengatasi kelelahan pada siang hari, sementara pada saat yang sama juga dapat membantu pasien untuk tertidur di malam hari.

Fungsi seksual

Disfungsi seksual adalah efek yang sangat umum, namun kurang dikenal akibat dari terapi kanker. Sementara temuan dari beberapa studi juga telah menyatakan bahwasanya ganja memiliki sejarah panjang dalam penggunaan sebagai afrodisiak pada 3.000 tahun ke India kuno.

Sembelit

Bahan kimia dalam ganja dalam membantu kita untuk mengatur sistem pencernaan dan sudah banyak digunakan sebagai pengobatan untuk berbagai macam gangguan usus. Sementara itu, ganja juga tampaknya dapat membantu kita untuk mengurangi gerakan usus pada gangguan inflamasi usus, yang memiliki efek sebaliknya dalam kondisi sembelit.

Gatal

Gatal dapat menjadi efek samping dari berbagai macam jenis penyakit kanker serta berbagai pengobatan yang dijalani untuk penderita kanker. Sedangkan penyebab gatal pada pasien kanker juga sangat bervariasi, dan ganja tampaknya juga dapat membantu beberapa pasien untuk menangani gejala gatal-gatal tersebut.

Ganja untuk kanker adalah pengobatan yang sekarang ini banyak diburu untuk mengatasi penyakit kanker. Sementara itu, dari beberapa studi praklinis telah lama mendukung kemampuan ganja untuk membunuh sel-sel kanker dan menghentikan penyebarannya. Untuk itu, kita harus mengetahui beberapa gejala mematikan dari kanker, agar kita lebih cermat dalam melakukan pengobatan lanjutan.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *