Anda Penggemar Makanan Pedas? Berikut Alasan Dan Efeknya Terhadap Tubuh

Penelitian menunjukkan kandungan senyawa dalam cabai dapat melindungi lapisan perut dan dapat mencegah kerusakan lambung yang berkaitan dengan obat penghilang rasa sakit anti inflamasi. Cabai tinggi akan nutrisi seperti kalsium, vitamin A dan C, dan ada beberapa bukti bahwa cabai dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, membantu mencegah diabetes dan meningkatkan metabolisme.

Cabai juga memiliki beberapa kemampuan untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Bahkan, ada banyak bukti bahwa cabai sangat baik untuk kesehatan tubuh kita. Penelitian terbaru mengatakan bahwa cabai merupakan sumber energi tertinggi untuk kesehatan. Sebuah studi laboratorium di Inggris misalnya, menemukan bahwa capsaicin dapat bertanggung jawab untuk menghentikan sensasi panas yang dapat mengiritasi paru-paru dan menghentikan pertumbuhan sel kanker pankreas tanpa merugikan sel-sel di sekitarnya.

Para peneliti percaya, mengapa orang yang tinggal di Meksiko dan India yang hanya makan diet pedas, cenderung memiliki tingkat yang lebih rendah terserang penyakit kanker. Ketika kita makan makanan pedas, kita akan merasakan bagian mulut dan kepala seperti keadaan terbakar dan mau meledak. Tapi makan makanan pedas pada umumnya tidak menimbulkan efek serius dalam jangka waktu yang panjang. Sementara senyawa dalam cabai, capsaicin, ternyata memiliki efek khasiat yang luar biasa untuk tubuh dari pada efek sampingnya.

Berikut efek makanan pedas terhadap tubuh

Efek gastrointestinal

Ketika saluran pencernaan kita terasa panas karena memakan makanan yang pedas, kita akan merasa paling khawatir tentang efek yang di timbulkan pada bagian mulut, perut dan usus. Tapi di saat mulut dan perut mulai terasa terbakar setelah makan cabai, sebenarnya senyawa Capsaicin dalam cabai telah mengaktifkan pelepasan suatu zat senyawa yang mentransmisikan rasa sakit dari sensasi terbakar.

Menurut NYU Langone Medical Center, rempah-rempah seperti mustard dan lobak, ternyata benar-benar dapat merusak sel jaringan tertentu yang berbahaya. makanan pedas tidak menyebabkan mulas atau ulkus lambung namun dapat memperburuk kedua kondisi. Air tidak akan meredakan atau menghilangkan rasa panas dan terbakar di bagian mulut maupun perut, paprika ukuran kecil umumnya lebih panas dari pada jenis lain yang lebih besar. Cobalah untuk meminum susu untuk menghilangkan rasa pedas dan perasaan terbakar yang di akibatkan memakan makanan pedas.

Efek kulit

Mengkonsumsi paprika pedas sebelum makan dapat menyebabkan sindrom tangan hunan, reaksi dermatitis, pembengkakan dan kemerahan. Semakin tinggi ukuran skala Scoville untuk membandingkan panas pada paprika satu dengan yang lain, semakin besar kemungkinan kita untuk mengalami iritasi kulit atau perasaan terbakar setelah memakan cabai yang mentah.

Pakailah sarung tangan saat memotong cabai atau mencuci tangan secara menyeluruh dengan air hangat dan sabun setelah penanganan tersebut. Gunakan cairan cuci piring yang berisi lemak, minyak sayur atau susu untuk mencuci bekas cabai dari tangan kita, cara ini lebih efektif dari pada menggunakan air. Lobak pun dapat menyebabkan kerusakan kulit yang serupa.

Efek mata

Jika kita menyentuh bagian mata setelah menangani proses untuk pengolahan cabai, kita bisa mengalami pembengkakan dan rasa sakit di dalam atau sekitar mata. Bahkan uap dari proses pemasakan cabai pun dapat menyebabkan reaksi pada beberapa orang, karena akan masih terasa panas dan bau khas yang menyengat dari cabai itu sendiri.

Janet Hackert, spesialis ahli gizi di University of Missouri, menganjurkan kita untuk menggunakan handuk basah di bagian atas mata kita untuk membantu menghilangkan rasa perih dan perasaan terbakar akibat cabai ataupun lobak. Selanjutnya kita bisa berkonsultasi secara langsung ke dokter jika mata kita mengalami kerusakan atau perubahan seperti penglihatan yang kabur, untuk mengetahui secara pasti apa yang kita alami tersebut.

Studi capsaicin

Beberapa penelitian dari laboratorium telah melaporkan kemungkinan manfaat kesehatan dari makan cabai. Dari University of California  dan School of medicine di Los Angeles melaporkan dalam Cancer Research, capsaicin ternyata dapat menghambat pertumbuhan sel kanker prostat. Capsaicin topikal juga telah digunakan sebagai pengobatan lain yaitu untuk penyakit yang menyebabkan rasa sakit yang kronis.

Memang selain membahayakan ternyata makanan pedas mengandung senyawa yang baik untuk tubuh jika kita mengkonsumsinya secara baik dengan proses yang benar dan tidak secara berlebihan dalam mengkonsumsinya, jika kita berlebihan dalam memakan makanan pedas tentunya sangat berdampak bagi kesehatan yang akan mengiritasi beberapa organ penting dalam tubuh terutama dalam perut kita, yang nantinya akan menghambat serta memperburuk proses pencernaan makanan kita dan akan menimbulkan rasa sakit di kemudian hari.

Makanan pedas sendiri merupakan makanan yang banyak di gemari oleh masyarakat di Asia, terutama indonesia. Segala macam makanan dapat di tambahkan bersama saus yang merupakan olahan berbahan dasar cabai untuk menciptakan rasa yang lebih sedap.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *