Anda Sering Mengalami Mimisan ? Berikut Penyebab Dan Pengobatannya

Mimisan atau epistaksis bisa terjadi setiap saat karena berbagai penyebab. Kedengarannya memang agak menakutkan karena menyebabkan kekhawatiran yang cukup tinggi terkait darah yang selalu keluar tak henti-henti, tetapi mimisan bisa kita tangani dengan mudah dengan beberapa metode tertentu untuk untuk menghentikan pendarahan di hidung yang terus-menerus terjadi. Agar mendapati perawatan yang tepat untuk di lakukan, terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang bagaimana penyebab dan jenis mimisan yang kita alami.

Ada dua jenis umum pada penyakit mimisan yaitu jenis anterior dan jenis posterior. Mimisan anterior merupakan jenis mimisan yang terjadi di dekat bagian depan hidung dan menjadikannya sebagai bagian besar dari kejadian jenis epistaksis di seluruh dunia. Posterior merupakan mimisan yang terjadi di dekat bagian belakang hidung, mimisan ini terdengar tidak di ketahui karena kejadian ini jarang terjadi. Tetapi posterior merupakan jenis mimisan yang paling berbahaya dan lebih serius dari pada anterior dan lebih umum terjadi di kalangan orang tua.

Penyebab mimisan

Penyebab umum terjadinya mimisan adalah karena adanya trauma tertentu pada hidung. Hal ini dapat disebabkan oleh kecelakaan, di mana ketika hidung kita membentur benda keras dan menyebabkan pendarahan pada hidung atau hal sepele lain seperti ketika anda mencoba untuk mencabuti bulu hidung. Trauma juga dapat disebabkan oleh orang lain, seperti ketika kita melakukan perkelahian yang dapat melukai hidung karena pukulan.

Selain trauma, berikut ada beberapa alasan lain yang menjadi penyebab terjadinya epistaksis :

  • Kontak yang terlalu lama dalam suhu kering atau udara hangat
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Rhinitis (jenis alergi dan non alergi)
  • Infeksi (pada hidung dan sinus)
  • Hidung yang terlalu kuat saat mengeluarkan udara
  • Menipisnya obat untuk mencegah pendarahan, seperti aspirin
  • Penyakit berat seperti penyakit hati, gangguan trombosit, dan penyakit ginjal

Tentu saja, tanda yang paling umum pada  mimisan adalah ketika darah keluar dari hidung seseorang. Hal ini biasanya terjadi hanya melalui satu lubang hidung saja dalam satu waktu. Jika darah mengalir kembali ke tenggorokan, biasanya orang tersebut dapat memuntahkannya melalui mulut. Gejala ini biasanya akan berhenti dalam beberapa menit ketika kita sudah mendapatkan perhatian tepat dan pengobatan yang serius. Kecuali terhadap seseorang yang memiliki kondisi lain yang menyebabkan mimisan, kita dapat menekan bagian ujung hidung yang lunak untuk menghentikan pendarahan. Perdarahan yang berlebihan melalui hidung dapat terjadi karena beberapa penyebab, biasanya ini karena kombinasi dari beberapa luka yang sudah terjadi di bagian hidung. Perdarahan yang berlebih yaitu ketika mimisan seseorang tidak berhenti bahkan setelah pertolongan pertama telah dilakukan selama 15 menit. Tetapi mimisan yang berlangsung lama sehingga menimbulkan rasa pusing bahkan sampai pingsan, kita sudah seharusnya berkonsultasi ke dokter, tentang bagaimana perawatan yang seharusnya lebih baik di lakukan. Anak-anak dan orang tua lebih rentan terhadap masalah ini, karena penyebab yang berbeda. Anak-anak yang gemar mengupil biasanya menjadi penyebab yang mudah terjadi. Orang tua juga rentan terhadap mimisan karena obat tertentu yang mereka konsumsi seperti untuk memperlancar darah dan mungkin adanya penyakit lain yang menjadi penyebab mimisan.

Mimisan pada anak lebih umum terjadi ketika mereka berusia 3 sampai 10 tahun dan sebagian besarnya disebabkan oleh mengupil atau karena udara kering. Kebanyakan kondisi ini akan berhenti sendiri dan dapat dengan mudah di obati di rumah.

Berikut beberapa pertolongan pertama pada anak yang mimisan :

  • Keadaan tetap tenang dan menenangkan kondisi pada anak
  • Mintalah anak kita untuk duduk tegak di kursi, kemudian memiringkan kepalanya sedikit ke depan.
  • Tidak menyuruh anak untuk bersandar, karena hal ini dapat menyebabkan darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan, yang dapat menyebabkan si anak menjadi tersedak, batuk, atau muntah.
  • Cubit bagian depan hidung yang lunak (tepat di bawah tonjolan tulang) dengan tisu atau kain lap bersih.
  • Mintalah si anak bersantai dalam keadaan mimisan ataupun tidak. Cegah si anak untuk berhembus terlalu keras atau menggosok bagian hidung ketika dalam keadaan bermain.

Kita dapat menghubungi dokter ketika si anak mengalami kejadian seperti berikut :

  • Seringnya mimisan
  • Adanya sesuatu yang telah masuk ke dalam hidung si anak
  • Cenderung mudah memar
  • Mengalami perdarahan berat dari luka ringan atau perdarahan dari tempat lain, seperti gusi

Carilah perawatan darurat/cepat ketika terjadi pendarahan seperti :

  • Pendarahan berat yang di sertai rasa lemas dan pusing
  • Terjadi karena adanya pukulan atau benturan mengenai hidung yang menyebabkan si anak mengalami pendarah pada hidung
  • Pendarahan masih terjadi dan berlanjut meskipun sudah di lakukan perawatan untuk menghentikan mimisan

Dari beberapa penyebab serta gejala di atas, yang paling sering kita ketahui akibat dari mimisan yaitu karena adanya pembuluh darah yang pecah sehingga membuat darah mudah sekali untuk keluar ketika terjadi adanya benturan ke hidung.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *