Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Manusia Ketika Tidur?

Manusia menghabiskan sekitar sepertiga waktu dari hidup mereka untuk tidur. Tidur bukan hanya saran untuk beristirahat saja, akan tetapi sebuah proses untuk pemulihan kembali organ tubuh agar berfungsi dengan baik untuk keesokan harinya. Lihat juga solusi mengatasi kurang tidur dengan buah kiwi!

Ketika tidur, tubuh mengalami perbaikan dan detoksifikasi secara otomatis. Hal ini juga yang akan membantu tubuh kita untuk memproduksi sistem kekebalan tubuh yang cukup untuk melawan infeksi agar tubuh tetap sehat.
Pola tidur yang buruk juga akan berhubungan dengan kondisi kesehatan kita loh. Kurang tidur yang kronis juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti depresi, tekanan darah tinggi, obesitas, lekas marah, produksi hormon tidak teratur, penurunan konsentrasi dan memori, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Otak

Tidur mungkin tampak keadaan seperti kondisi pasif dan aktif, tetapi aktivitas dibagian korteks otak kita sekitar 40% sementara akan tetap aktif pada waktu awal tidur kita. Tidur malam terdiri dari lima siklus tidur yang berbeda, masing-masing berlangsung sekitar 90 menit. Empat tahap pertama setiap siklus dianggap sebagai tidur tenang atau Non Rapid Eye Moevement (NREM). Tahap terakhir disebut Rapid Eye Movement (REM).

Selama tahap pertama dari tidur, gelombang otak akan bergerak secara perlahan. Selama tahap kedua, gelombang ini diselingi dengan sinyal-sinyal listrik yang disebut gangguan tidur, semburan kecil dari aktivitas yang berlangsung beberapa detik tersebut akan membuat tenang dan nyaman pada tubuh. Pada tahap ketiga gelombang otak terus akan memperdalam yang akan menjadi gelombang besar dan lembat. Semakin besar dan lambat kondisi gelombang di otak kita, maka proses tidur kita pun menjadi lebih dalam dan nyenyak. Pada tahap keempat, 50 persen dari gelombang otak akan berubah menjadi melambat. Pada titik ini, 40 persen aliran darah normal di otak akan dialihkan kebagian otot untuk mengembalikan energi tubuh.

Mata

Mata juga ternyata masih bisa bergerak saat tidur loh. Gerakan mata menunjukkan adanya tahap perbedaan tidur, gerakan paling cepat terjadi selama tidur REM (rapid eye movement). Liat juga pengaruh tidur terhadap tubuh kita!

Sistem pencernaan

Selama tidur, tingkat sistem pencernaan kita akan melambat. Untuk alasan ini, itu kenapa kebiasaan makan larut malam sangat tidak dianjurkan karena enzim dan asam lambung yang digunakan untuk mengubah makanan menjadi energi tidak akan berjalan untuk memproses makanan tersebut, sehingga menyebabkan penumpukan kalori dalam tubuh.

Hormon

Selama tubuh kita tetap terjaga dan belum tertidur, maka tubuh akan membakar oksigen dan makanan untuk menyediakan energi. Kondisi ini disebut tingkat katabolik yang didominasi oleh stimulasi hormon adrenal dan kortisteroid. Tapi selama tubuh kita dalam keadaan tidur, sistem hormon akan mengaktifkan fase anabolik yang akan merubah menjadi energi untuk perbaikan dan pertumbuhan tubuh kita.

Pada tahap ini, tingkat hormon adrenalin dan kortikosteroid akan menurun dan tubuh mulai memproduksi Human Growth Hormone (HGH), melatonin, serta hormon seks testosteron, hormon kesuburan, FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone). HGH akan mendorong pertumbuhan, pemeliharaan dan memperbaiki otot-otot dengan menggunakan asam amino. Sementara melatonin adalah hormon yang diproduksi untuk membantu orang tertidur.

Sistem kekebalan

Saat kita tidur, tubuh akan memproduksi hormon yang disebut sitokin. Sitokin inilah yang diproduksi untuk membantu memerangi sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit dan infeksi tertentu. Sebuah sistem kekebalan tubuh yang disebut TNF (Tumor Necrosis Factor) juga akan dipompa melalui pembuluh darah saat tidur. Itulah mengapa tidur dengan waktu yang cukup dapat membantu melawan infeksi.

Darah

Denyut jantung akan menurun selama kita tertidur yaitu sekitar 10 dan 30 denyut per menit. Hal inilah yang akan menyebabkan penurunan tekanan darah, yang terjadi dalam keadaan tidur nyenyak. Selama beristirahat itupun darah akan mengalir dari otak, melemaskan arteri dan akan memperkuat anggota badan. Sel-sel dan jaringan yang memecah untuk menghasilkan racun juga menjadi kurang aktif saat tidur. Hal ini juga yang akan memberikan kesempatan bagi jaringan yang rusak untuk diperbaiki kembali.

Suhu tubuh

Pada malam hari, suhu tubuh secara bersamaan dengan adrenalin akan mulai menurun. Kondisi berkeringat inilah yang biasa terjadi dan kitar rasakan sebagai usaha tubuh untuk mencoba melawan kondisi kepanasan.

Otot

Bahkan orang-orang dapat mengubah posisi tidur sekitar 35 kali setiap malam, namun tetap saja bagian otot akan tetap rileks. Hal inilah yang akan memberikan kesempatan bagi jaringan tubuh untuk memperbaiki dan memulihkan kondisi jaringan tubuh yang rusak.

Mulut

Air liur diperlukan untuk melumasi mulut ketika makan. Namun saat tidur, aliran air liur tersebut akan berkurang yang akan menyebabkan mulut menjadi kering di pagi hari. Namun, mulut bisa sangat aktif selama tidur, yang menyebabkan sebagian orang secara tidak sadar utnuk mengertakkan giginya tersebut.

Pernafasan

Ketika tidur, otot-otot tenggorokan akan rileks sehingga tenggorokan menyempit setiap kali menghirup udara. Mendengkur terjadi ketika tenggorokan menjadi menyempit dan bagian dari udara lainnya menjadi bergetar. Lihat juga jenis-jenis gangguan tidur!

Kulit

Selama tidur nyenyak, tingkat metabolisme tubuh kita akan dipercepat dan banyak sel-sel tubuh yang akanmenunjukkan peningkatan produksi dan mengurangi kerusakan protein. Inilah sebabnya mengapa tidur dapat mempercantik kulit.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *