Bagaimana Sih Efek Dan Pengaruh Suara Musik Di Otak Manusia?

Otak adalah pusat kendali tubuh manusia. Bagian terbesar dari otak adalah korteks serebral, yang dapat dibagi menjadi simetris yaitu bagian otak kiri dan kanan. Otak kanan memproses informasi dalam intuitif, kreatif, dan cara pencitraan. Otak kiri terlibat dengan pemikiran analitik, seperti hal-hal lisan atau matematika. Kunjungi juga -> Solusi pengobatan masalah gangguan kesehatan otak

Corpus callosum menghubungkan belahan otak kiri dan kanan dan memfasilitasi komunikasi antara kedua belahan otak tersebut. Musik memiliki potensi untuk mengubah keadaan kesadaran seseorang. Misalnya, dengan terapi musik mungkin saja dapat mengubah persepsi seseorang dari waktu ke waktu secara virtual, yang dirasakan dalam otak kiri ke waktu eksperimental, yang selanjutnya dirasakan melalui memori. Virtual waktu ini dapat kita gambarkan sebagai jam, menit, dan detik.

Efek Suara musik di otak manusia

Suara diubah menjadi sinyal listrik ketika memasuki telinga. Sinyal ini terhubung dengan saraf pendengaran untuk melalui bagian tertentu dari otak yang berfungsi untuk memproses suara. Dari sana, sinyal akan melewati seluruh bagian otak, untuk menciptakan rangsangan. Efek suara di otak tersebut dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti untuk membangkitkan emosi, memicu pelepasan bahan kimia stres dan berdampak pada pengembangan jalur saraf baru di otak.

Emosi

Menurut National Institutes of Health dampak dari musik terhadap bagian dari otak yaitu berfungsi untuk mengontrol hubungan antar suara, kenangan dan emosi serta korteks prefrontal dalam otak. Mendengarkan musik terbukti dapat menenangkan emosi.

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2009 oleh The Journal of Pediatrics menemukan bahwa bayi yang lahir dengan prematur telah menunjukkan peningkatan pada berat badan ketika mereka sudah diperdengarkan musik Mozart. Musik dapat menenangkan bayi, mengurangi pengeluaran energi mereka saat beristirahat. Para peneliti berspekulasi bahwa kenaikan berat badan yang terlihat pada bayi prematur yang sudah diperdengarkan musik Mozart berhasil mengurangi pengeluaran energi pada baya tersebut.

Pada tahun 2006, Journal of Advanced Nursing melaporkan bahwa orang-orang yang mendengarkan musik dapat mengurangi rasa sakit dan tingkat depresi ketingkatan yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa musik dapat mempengaruhi otak dengan mengangkat suasana hati dan mengurangi rasa nyeri. Terlalu sering mendengarkan suara keras dapat membebani otak kita dengan merangsang bahan kimia. Tanpa efek yang dapat menyeimbangkan bahan kimia penenang pada otak, bahan kimia ini akan merangsang serta merusak sel-sel di otak.

Karena otak merupakan sistem saraf pusat tubuh dan mempunyai beberapa jenis tumor yang dapat dengan mudah tumbuh dibeberapa bagian dari otak, ketika kita sudah tidak dapat lagi merawat dan menjaga otak dengan baik, terutama dengan beberapa makanan sembarangan yang biasa kita konsumsi sehari-hari tanpa diketahui kandungan apa yang terdapat dalam makanan tersebut.

Membayangkan musik

Teknik pencitraan otak ini ditemukan oleh Robert Zatorre dan rekan-rekannya yang menunjukkan bahwa hanya dengan membayangkan musik saja dapat mengaktifkan korteks pendengaran. Mereka juga menunjukkan bahwa membayangkan musik juga dapat merangsang korteks motorik dan dengan cara membayangkan aksi bermain musik juga dapat mengaktifkan korteks pendengaran.

Sinestesia dan musik

Seseorang yang mengalami sinestesia musik dapat melihat warna, mencium sesuatu, mengalami rasa, atau merasa perubahan suhu karena musik yang mereka dengarkan. Chromesthesia adalah bentuk spesifik dari sinestesia dimana seseorang melihat gambar, warna, atau bentuk ketika mereka mendengarkan musik. Sinestesia terjadi bila ada peningkatan yang terjadi dalam otak yang disebut cross-talk antara bagian otak yang berbeda.

Musik dan kreativitas

Musik dapat merangsang produksi gelombang alfa dan kondisi theta di otak. Orang-orang kreatif memiliki pola pikir yang berbeda dari kondisi gelombang di otaknya dari pada seseorang yang normal atau non kreatif. Semburan besar dari gelombang otak alpha dapat menginduksi kreativitas diri kita. Demikian pula dengan gelombang theta di otak yang berhubungan dengan proses bermimpi, yang juga dapat meningkat kreativitas, belajar, dan relaksasi.

Perkembangan jalur saraf

Child Welfare Information Gateway telah mencatat bahwa suara ternyata memiliki efek penting pada otak bayi dengan membantu mereka untuk mengembangkan jalur saraf yang dapat mengatur bicara dan penggunaan bahasa. Bayi yang menerima paparan suara terbatas dari aktivitas berbicara atau suara dari musik tidak akan mudah mengembangkan sistem jalur saraf tersebut dan setiap jalur yang tidak terpakai atau rusak akan dibuang oleh otak.

Untuk itu kita harus mulai menjaga dan merawat otak dengan selalu mengkonsumsi makanan yang sehat dan selalu melatih otak kita untuk meningkatkan daya memori pada otak, sehingga terhindar dari masalah gangguan demensia yang biasanya dapat menurunkan daya ingat sebelum batas waktu usia tertentu. Kita juga harus mengetahui tentang beberapa fakta mengenai infeksi yang menyerang otak, agar kita lebih waspada dan mengetahui mengenai hal-hal apa saja yang harus kita lakukan selanjutnya untuk menangani berbagai permasalahan yang berhubungan dengan gangguan otak.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *