Bahaya Turun Peranakan

Kondisi kandungan yang turun (uterine prolapse) dipercaya karena kebiasaan wanita setelah melakukan pemijatan. Dalam hal ini pijat yang dilakukan oleh wanita tentu saja pijat pada perut. Pemijatan tersebut dikarenakan seorang wanita mengalami keluhan pada bagian tersebut dan salah satu solusi yang banyak diambil adalah pijat tersebut.

Terlebih untuk wanita yang tinggal di daerah pedesaan, maka pijat perut umum dilakukan. Namun lagi-lagi kepercayaan akan posisi kandungan yang turun masih saja diperdebatkan. Pijat perut dilakukan dengan memijat pada bagian perut secara pelan-pelan.

Pencegahan terbaik yaitu harus menjaga kesehatan perut dengan tidak membuat perut mudah mengalami kram perut ataupun sakit. Hal tersebut merupakan salah satu cara agar kandungan tidak ikut terpengaruh dengan gangguan yang terjadi pada perut. Dan bagi wanita yang memang ingin melakukan pemijatan pada daerah perut pun tidak perlu khawatir memikirkan hal-hal semacam kandungan yang turun. Sebab pemijatan asal itu positif maka tidak masalah untuk dilakukan.

Yang perlu diluruskan di sini adalah turunnya rahim tidak ada kaitannya dengan perut ibu yang tampak menggantung saat berbadan dua (sering disebut sebagai perut gantung). Ini merupakan dua hal yang berbeda. Perut gantung terjadi bukan lantaran turunnya rahim, melainkan karena kelemahan otot-otot perut.

Bahaya Turun Peranakan

Pegal panggul

Kondisi peranakan turun yang masih ringan tak selalu menimbulkan keluhan. Secara fisik pun tak akan kelihatan, kecuali pada kasus-kasus yang sudah berat. Pada tingkatan tiga atau empat, secara fisik akan tampak bagian rahim yang keluar dari vagina. Keluhan rasa sakit seperti ditarik-tarik atau terasa pegal-pegal di panggul belakang (low back pain) atau bagian perut bawah juga sudah dirasakan. Rahim yang sampai menggantung keluar dari vagina tentu saja terasa mengganjal dan tak nyaman dibawa berjalan. Belum lagi, akibat tergesek-gesek akan timbul perlukaan.

Ada beberapa gejala yang bisa menunjukkan terjadinya peranakan turun, antara lain merasa ada sesuatu yang turun di vagina, terasa seperti ada bantalan di vagina, susah berjalan, perdarahan, sampai sulit berkemih atau buang air besar.

Setiap kehamilan memiliki risiko vaginal prolapse. Namun ada beberapa tipe kehamilan yang tinggi risiko, yaitu sebagai berikut.

1. Kehamilan ganda

Kehamilan dengan dua atau lebih janin menyebabkan rahim semakin berat. Hal tersebut menyebabkan otot-otot penyangga rahim semakin melemah sehingga meningkatkan risiko vaginal prolapse.

2. Ukuran bayi besar

Hampir sama dengan kehamilan kembar, ukuran bayi yang besar menyebabkan otot penyangga rahim semakin lemah.

3. Proses kelahiran lama

Proses kelahiran dikatakan lama jika berlangsung lebih dari 24 jam. Saat proses melahirkan, otot-otot penyangga rahim membuka dan melemah, akibatnya jika proses ini terlalu lama akan mengakibatkan elastisitas otot berkurang dan semakin sulit untuk kembali normal.

4. Kehamilan terlalu sering

Semakin sering hamil maka semakin sering otot penyangga rahim mengalami perlemahan dan meningkatkan risiko vaginal prolapse.

5. Penggunaan alat vakum

Alat vakum digunakan untuk mempermudah proses keluarnya bayi dari rahim lantaran adanya hal-hal penyulit tertentu. Namun alat vakum juga dapat mengganggu kekuatan dari otot penyangga rahim.

Ivan memaparkan, perlu adanya kompensasi pascamelahirkan untuk menguatkan kembali otot-otot penyangga rahim guna mencegah vaginal prolapse. Salah satunya adalah latihan kegel yang melatih langsung otot-otot tersebut.

“Caranya mudah, dapat dilakukan sendiri. Anda hanya tinggal mengontrol otot kemaluan untuk menutup dan menahannya beberapa detik dengan minimal sepuluh pengulangan. Lakukan setiap pagi ketika akan memulai aktivitas,” tuturnya.

Jika sudah terjadi vaginal prolapse, maka diperlukan perbaikan vagina tergantung dengan gangguannya.  Tindakan yang bisa dilakukan meliputi uroginekologis, operasi, dan pemasangan sling atau penahan buatan yang dimasukkan ke dalam saluran kemih.

Turunnya rahim ini disebabkan oleh adanya kelemahan otot-otot dasar panggul (tempat rahim bergantung). Mengapa otot-otot tersebut bisa lemah? Ada beberapa kemungkinan, seperti adanya kelainan bawaan, faktor usia  (proses penuaan), atau lantaran masa menopause karena pada masa ini umumnya sudah terjadi kelemahan otot-otot dasar panggul. Masih ada beberapa faktor risiko lain, seperti riwayat melahirkan normal hingga berkali-kali, melahirkan bayi dengan janin besar sekitar 3,8- 4 kg, melahirkan dengan adanya kondisi penyulit sehingga ibu harus mengejan kuat atau divakum, atau adanya tumor di perut yang kemudian menekan rahim hingga turun.

Pijat tidak terlalu berpengaruh untuk menyembuhkan peranakan turun. Namun pijat juga memiliki banyak manfaat seperti meringankan nyeri kepala, nyeri sendi, kekakuan otot, gangguan pencernaan dan relaksasi pada penyakit tertentu, asalkan dilakukan oleh therapis profesional. Bila pijat dilakukan bukan oleh therapis profesional, pijat dapat beresiko sebagai berikut:

  • Gangguan saraf
  • Perdarahan dalam
  • Kelumpuhan sementara
  • Alergi pada minyak / lotion yang dioleskan di kulit

Apabila anda ingin melakukan terapi pijat pastikan anda melakukan hal-hal di bawah ini:

  • Hindari menggunakan pijat sebagai pengganti pengobatan medis
  • Beritahukan pada therapis bila anda sedang hamil atau mengidap penyakit tertentu
  • Tanyakan sertifikat apa saja yang dimiliki therapis dan jaminan atas efek samping pijat
  • Apabila pijatan terlalu keras, beritahukan pada therapis
  • Beritahukan pada therapis bila anda alergi terhadap zat-zat tertentu

Temukan pengobatan terampuh yang telah terbukti secara paten dapat mengobati turun peranakan lengkap dalam hitungan hari tanpa perlu pijat, urut ataupun operasi bedah. Pengobatan ini sudah memberikan solusi yang 3x jauh lebih cepat, aman dan tentunya tanpa menimbulkan efek samping, lebih luar biasanya lagi, obat herbal ini sudah dapat membantu ribuan orang penderita peranakan turun. Informasi lebih lanjut KLIK DISINI

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn3Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *