Beberapa Komplikasi Dan Masalah Kesehatan Yang Diakibatkan Oleh Cedera Otak

Banyak masalah medis yang mungkin dapat timbul selama perawatan di rumah sakit dari seseorang yang mengalami cedera pada bagian otaknya. Artikel ini akan membahas beberapa komplikasi yang sering ditemui yang diakibatkan oleh masalah cedera pada otak. Otak sehat dan cerdas gunakan BRAIN CARE CAPSULE, suplemen sehat alami dari pengobatan herbal terpercaya!

Demam dan infeksi

Infeksi merupakan kondisi yang sangat umum setelah terjadinya cedera otak dan demam lah menjadi bukti utama bahwa seseorang tersebut telah terkena infeksi. Bagian tubuh yang paling umum terinfeksi yaitu bagian paru-paru (pneumonia) dan kandung kemih. Kondisi selain infeksi yang menjadi penyebab demam yaitu seperti pembekuan darah dan tulang heterotopic.

Darah menggumpal (Deep Venous Thrombosis)

Kondisi ini mengacu pada bekuan darah yang biasanya terjadi dibagian kaki. Gumpalan ini sangat umum terjadi pada orang yang mengalami cedera otak dan terjadi pada sekitar 40 persen pasien. Gumpalan ini dapat menghentikan peredaran darah dalam pembuluh darah kaki yang akan melakukan perjalanan ke paru-paru dan dapat menyebabkan gangguan aliran darah sampai beresiko tinggi terhadap kematian.

Kejang (Epilepsi)

Resiko mengalami kejang-kejang ini masih tergantung pada jenis cederanya. Pada orang dengan cedera kepala tertutup, sekitar lima persen akan mengalami kejang-kejang. Pada mereka yang mengalami cedera penetrasi, persentasenya bisa mendekati 50 persen. Kejang terjadi ketika bagian dari otak tiba-tiba aktif dengan sendiri. Gejala kejang ini masih tergantung pada daerah otak mana yang terlibat. Misalnya, jika area dari otak tertentu yang mengontrol gerakan lengan aktif dengan sendirinya, kejang pun akan terjadi namun dalam sebatas keadaan tangan yang berkedut atau gemetar.

Hidrosefalus

Kondisi ini terjadi ketika ada produksi cairan dalam ruang berongga dari otak yang dikenal sebagai ventrikel. Cairan ekstra ini dapat memeras segala gejala-gejala yang berada didalam otak. Gejala tersebut tidak sangat spesifik, namun, seringkali, tanda-tanda pertamanya yaitu perubahan secara lambat dalam tingkat gairah pasien dengan cara memperlambat proses pemulihannya.

Pengerasan heterotopic

Hal ini mengacu pada pembentukan tulang berlebih dalam tubuh. Tulang tambahan paling sering terbentuk dibagian sendi-sendi besar dari tubuh seperti pinggul atau bahu. Hal ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, peradangan dan pengetatan pada sendi. Tidak ada yang tahu pasti mengapa orang yang mengalami cedera otak dapat mengembangkan pembentukan tulang heterotopic ini. Jika dokter sudah mulai mencurigai kondisi tersebut, maka dengan segera dokter pun akan melakukan beberapa tes yang bertujuan untuk membantu proses diagnosis tersebut. Tes ini tidak hanya meliputi x-ray saja, tetapi dilakukannya tes lain seperti bone scan.

Patah tulang dan cedera saraf

Karena kebanyakan orang dengan cedera otak mengalami kondisi trauma, seperti tabrakan mobil, tentunya mereka cenderung memiliki luka lain yang terdapat dibagian tubuh lainnya juga. Sekitar 30 persen orang dengan cedera otak memiliki patah tulang dan cedera saraf pada lengan dan kaki. Kadang-kadang, cedera ini belum dapat ditemukan sampai orang tersebut melakukan proses rehabilitasi. Selain itu, banyak dari penderita patah tulang dan cedera saraf ini yang sangat sulit untuk didiagnosis ketika seseorang sedang mengalami koma.

Tekanan darah tinggi (Hipertensi)

Kurang dari 10 persen orang akan memiliki kondisi tekanan darah yang tinggi setelah mengalami cedera otak. Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya kerusakan pada bagian otak yang berfungsi untuk mengontrol tekanan darah.

Spastisitas

Ini adalah salah satu masalah yang paling umum yang dihadapi oleh orang-orang yang mengalami cedera otak. Dalam situasi ini, otot-otot bagian tubuh tertentu akan menjadi tegang, karena otot-otot tersebut tidak dapat sepenuhnya bekerja dengan rileks.

Sebenarnya masalah lain pun dapat terjadi jika ada keselahan dalam penanganan maupun kondisi seseorang yang sudah semakin parah, karena otak merupakan pusat utama dari saraf di tubuh kita dan menjadi pengendali utama juga terhadap respon gerakan yang dilakukan tubuh kita. Akan tetapi, kita juga harus merawat dan menjaga otak kita dengan asupan makanan yang mengandung gizi cukup, ini bertujuan untuk mencegah timbulnya beberapa penyakit yang bisa menyerang bagian memori otak kita seperti gangguan demensia. Sepertinya kebiasaan lain yang tanpa kita sadari pun bisa menjadi penyebab dari kerusakan otak seperti halnya menonton video porno, tanpa kita ketahui justru hal ini akan membuat beberapa sel dalam otak kita menjadi rusak.

Banyaknya beberapa masalah gangguan otak yang sebenarnya perlu kita ketahui, agar kita pun lebih berhati-hati terhadap beberapa hal yang menjadi penyebab rusaknya otak kita dan menurunnya daya ingat kita sebelum batas waktu usia tertentu. Untuk itu kita seharusnya berani memulai gaya hidup yang sehat dengan memilih makanan yang bergizi dan di barengi dengan olahraga teratur, sebenarnya juga hal sehari-hari seperti melakukan aktivitas bermain video games atau tebak kata akan membantu meningkatkan kualitas daya ingat otak kita.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *