Beberapa Penyebab Utama Penyakit Diare

Diare sering dianggap sebagai kondisi yang memalukan dan tidak nyaman yang menghambat aktivitas sehari-hari. Sementara serangan kronis diare mungkin bisa menunjukkan kondisi kesehatan serius yang memerlukan konsultasi dari dokter, kebanyakan kasus diare dapat dengan mudah dihindari.

Berikut adalah beberapa penyebab umum diare

Obat

Kadang-kadang, antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi yang ada dalam usus dan menyebabkan ketidakseimbangan. Obat dengan sifat antasida, atau magnesium, juga dapat menyebabkan gangguan pada usus dengan membunuh bakteri baik.

Bahkan, penyebab di balik kasus-kasus serius diare adalah C. difficile, organisme yang mengambil alih saluran pencernaan ketika bakteri baik dihilangkan. Obat lain dan terapi pengobatan yang dapat mengiritasi sistem pencernaan juga bisa menjadi efek samping dari obat diare tersebut, jadi pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter anda sehingga anda tahu apa yang diharapkan.

Virus Dan Parasit

Virus lain seperti rotavirus dan virus Norwalk sering menyebabkan diare pada anak-anak. Virus ini tidak begitu dengan mudah dapat diobati dengan antibiotik atau obat diare pada umumnya, penyembuhan akan berlangsung dalam beberapa hari hanya dengan melakukan banyak istirahat.

Adanya parasit seperti Giardia lamblia, Entamoeba histolytica, dan Cryptosporidium inilah sebenarnya organisme protozoa hidup yang masih bisa bertahan hidup dengan menghancurkan beberapa sel yang berapa dalam tubuh kita. Parasit inilah yang dapat menyebabkan timbulnya diare, bersamaan dengan timbulnya rasa mual dan bahkan muntah. Sebaiknya mengikuti saran dokter untuk melakukan penyembuhan secara baik dan benar.

Keracunan makanan

Meskipun asam perut dalam tubuh kita dapat menghilangkan serta membunuh banyak organisme berbahaya dalam organ pencernaan kita, tapi bila beberapa kemungkinan ada organ pencernaan kita tidak merangsang radikal bebas yang masuk ke dalam organ pencernaan kita bisa saja hal ini menyebabkan diare. Keracunan makanan dapat menyebabkan tanda-tanda dan gejala di kemudian hari (selama beberapa hari), yang akan membuat sulit untuk melacak asal usulnya. Pastikan untuk melakukan perawatan kesehatan secara langsung jika anda menduga adanya penyakit diare akibat keracunan makanan.

Proses penerimaan makanan oleh perut

Keinginan untuk selalu pergi ke toilet atau adanya tidak enak di bagian perut setiap kali setelah makan produk susu (termasuk es krim), tandanya anda mempunyai gangguan pada bagian perut karena perut tidak mampu menerima makanan yang masuk ke dalam tubuh, ini di definisikan sebagai intoleransi laktosa yaitu oleh ketidakmampuan tubuh untuk mencerna gula dalam produk susu, dan lebih umum untuk di alami oleh penduduk dengan genetik yang berbeda seperi orang orang asia dengan jumlah yang cukup banyak dibandingkan etnis lainnya.

Diare karena intoleransi laktosa dapat juga disertai dengan kembung dan kram. Sekarang banyak sekali alternatif susu yang sudah mulai di pasarkan dan di konsumsi bagi orang yang mempunyai allergi terhadap susu sapi, seperti susu kedelai, susu almond, susu rami, dan santan untuk kopi dan sereal.

Alergi makanan

Sementara intoleransi laktosa adalah jenis yang paling umum dari jenis alergi pada makanan, alergi makanan lain juga bisa termasuk menjadi di sebabkannya diare sebagai efek samping selain reaksi lainnya, seperti gatal-gatal atau ruam. Sebagai contoh, beberapa orang mengalami kesulitan mencerna fruktosa, ini biasanya ditemukan dalam buah-buahan, atau pemanis buatan yang ditemukan dalam barang kemasan. Bagi mereka yang alergi terhadap gluten, diare pasti akan terjadi jika gluten masuk ke dalam tubuh.

Operasi

Bagi mereka yang baru saja menjalani operasi, perut dan usus mungkin tidak langsung menjalankan fungsinya dalam jangka waktu yang sangat dekat dengan proses operasi yang telah di jalankan. Penyimpangan dari gerakan usus yang normal, seperti sembelit atau diare, hal ini akan menyertai dengan proses pemulihan dari operasi.

Jika pasien sudah mempunyai atau sudah menjalankan operasi di bagian perut tertentu, atau operasi yang sudah melibatkan saluran pencernaan, diare mungkin akan lebih mudah terjadi karena ketidakmampuan tubuh untuk lebih efisien memproses makanan. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter dengan apa yang sudah anda rasakan setelah operasi, apakah diare adalah efek samping dari makanan yang tidak dapat di cerna dengan baik oleh perut setelah pasca operasi.

Stres Dan Diet

Bagi mereka yang memiliki gaya hidup yang sangat tidak baik, atau yang memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, diare juga dapat menyertai keadaan tubuh yang sedang di alami oleh tubuh. Mereka yang sering makan makanan yang keras atau susah di cerna oleh tubuh, seperti kelebihan alkohol, kopi sangat asam, atau makanan pedas, juga dapat meningkatkan atau penyebab diare. Pastikan untuk selalu mengambil waktu untuk bersantai, dan beristirahat dari makanan yang susah di cerna oleh perut setiap sekali memakan sesuatu

Jika diare terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama, dan mengakibatkan adanya darah dalam tinja, pastikan untuk melakukan cek medis untuk mengetahui secara lebih lanjut tentang penyakit yang bisa mengancam keselamatan jiwa ini.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *