Benarkah Minuman Bersoda Dapat Menodai Gigi?

Kekhawatiran tentang timbulnya masalah kesehatan dari berbagai macam produksi minuman ringan sudah banyak begitu menghantui banyak orang karena dampaknya yang benar-benar sangat diperhitungkan, dari minuman bersoda ini yang menjadi penyebab utama masalah penyakit obesitas di negara Paman Sam Amerika tersebut. Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Oktober 2001 oleh Journal of Dental Nutrition terkait soda yang menjadi penyebab kerusakan gigi pada orang dewasa yang lebih tua dari usia 25 tahun ke atas. Minum bersoda sudah terbukti sangatlah tidak baik untuk gigi, karena kandungan gula dan asam dalam soda dapat menyebabkan kerusakan pada gigi. Soda dengan campuran pewarna gelap juga dapat menyebabkan noda pada gigi. Namun, jika kita melakukan perawatan yang baik dan tepat ataupun dengan cara pemutihan tentunya dapat menghapus sejumlah noda pada gigi yang disebabkan oleh soda, makanan ataupun minuman lainnya.

Berikut ini beberapa kandungan berbahaya dalam soda penyebab rusaknya gigi :

Gula

Soda ternyata mengandung lebih dari 9 sendok teh gula, yang menjadi penyebab timbulnya asam dalam mulut kita, karena kandungan gula yang kita konsumsi akan diubah menjadi zat asam dan timbulnya berbagai macam bakteri didalam mulut kita. Asam ini akan mulai mengikis enamel pada gigi kita oleh koloni bakteri, sehingga bakteri tersebut akan berpindah ke daerah gigi kita yang sudah mulai terkikis dan akhirnya akan menuju ke bagian rongga atau pori-pori kecil yang terdapat dibagian gigi yang sudah mulai rusak. Hanya membutuhkan waktu 20 detik saja bagi bakteri untuk menghasilkan sejumlah zat asam tetapi efeknya dapat berlangsung selama 30 menit.

Acid/asam

Erosi gigi adalah jenis kerusakan gigi yang dihasilkan oleh cairan asam yang menyerang gigi kita. Minuman ringan seperti cola yang mengandung soda ternyata mengandung asam fosfat yaitu asam yang digunakan dalam pembersih industri. Erosi ini terjadi karena asam fosfat yang telah mempengaruhi seluruh gigi dan bagian rongga gigi lainnya. Ditambah lagi dengan asam yang dihasilkan dari bakteri dan minuman inilah yang menjadi penyebab dari timbulnya beberapa gejala erosi gigi seperti sensitivitas terhadap suhu, nyeri, transparansi, retak dan menggelapkan warna gigi.

Pewarna

Pewarna karamel yang digunakan untuk menambahkan warna coklat pada produksi minuman terkenal seperti Coca Cola, ternyata sangat berkontribusi untuk membuat perubahan warna pada gigi kita yaitu dengan cara membuat enamel pada gigi menjadi lemah serta mempermudah gigi menjadi lebih bernoda.

Senyawa yang membuat perubahan warna pada soda dengan merubah warna minuman tersebut menjadi gelap, hal ini akan berpengaruh terhadap penyebab perubahan warna yang terjadi pada gigi kita. Seiring waktu, jika kita mengkonsumi minuman yang mengandung soda akan merusak enamel gigi kita dan akan membuat gigi kita lebih mudah untuk menyerap senyawa ini serta menyebabkan perubahan warna coklat atau kuning pada gigi kita. Namun, soda bukanlah satu-satunya minuman yang dapat membuat perubahan pada warna gigi kita, tetapi jenis minuman lain seperti teh, kopi dan anggur merah juga mengandung senyawa sama tertentu yang dapat merubah warna dan merusak lapisan enamel pada gigi kita. Perubahan warna gigi juga bisa kita dapatkan dari kebiasaan lain seperti merokok, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, cedera atau bahkan dari faktor usia.

Jika kita tidak bisa menghindari berbagai macam minuman bersoda yang menjadi penyebab rusaknya enamel pada gigi, kita masih dapat menghindari perubahan warna tersebut dengan cara meminum minuman bersoda melalui sedotan, yang akan membantu mencegah soda tersebut untuk melakukan kontak dengan lapisan luar gigi Kita. Minum air putih setelah meminum soda juga dapat membantu menghilangkan permukaan gigi yang bernoda secara perlahan ataupun dengan cara kita langsung menggosok gigi setelah meminum soda tersebut. Jika kita tidak merasa begitu puas hanya dengan melakukan beberapa cara lain untuk menjaga gigi agar tetap putih, sebaiknya kita melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui tentang hal apa saja yang harus dilakukan untuk membuat gigi menjadi putih kembali. Pasta untuk pemutih gigi juga dapat menghilangkan noda di permukaan gigi, tetapi tidak akan mengubah warna pada lapisan enamel yang sudah berubah akibat soda tersebut. Sebaiknya kita jangan gunakan pasta gigi pemutih jika kita memiliki gigi yang sensitif, karena gesekan keras dapat menyebabkan gigi atau gusi menjadi sakit atau berdarah. Selain itu, hindari minuman bersoda serta penyebab makanan lainnya untuk mengurangi dampak kerusakan terhadap gigi kita.

Sudah seharusnya kita melakukan beberapa cara alami yang dapat membuat gusi dan gigi kita menjadi kuat, sehingga di saat kita menggosok gigi ataupun mengkonsumsi makanan tertentu tidak akan menimbulkan rasa sakit pada gigi kita. Gigi sensitif sendiri merupakan penyebab dari kebiasaan kita dalam mengkonsumsi makanan tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan pengaruhnya terhadap kesehatan gigi kita.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *