Berikut Ini Beberapa Fakta Tentang Infeksi Otak

Otak, sumsum tulang belakang dan bagian struktur tubuh sekitarnya dapat terinfeksi oleh sebagian besar kuman yang menyerang tubuh kita. Bakteri dan virus merupakan penyebab utama dari berbagai macam timbulnya penyakit. Parasit, jamur, dan organisme lainnya dapat menginfeksi sistem saraf pusat (SSP).

Lokasi

17427_162101510735759799Kuman dapat menginfeksi bagian tertentu dengan menimbulkan beberapa gejala seperti peradangan pada daerah yang sudah terinfeksi.

  • meningitis adalah peradangan pada meninges, yang terletak dibagian membran yang berada disekitar tiga lapis dari otak dan sumsum tulang belakang dan cairan itu disebut cairan serebrospinal (CSF).
  • ensefalitis adalah nama dari gejala peradangan yang terjadi pada otak itu sendiri.
  • mielitis adalah beberapa jaringan sel kabel pada peradangan yang terjadi di tulang belakang.
  • abses adalah penumpukan jumlah material yang menyebarkan mikroorganisme dan dapat terjadi di bagian mana saja pada SSP.

Jenis

Organisme seperti bakteri, virus, parasit, infeksi jamur, atau prion yang menyebabkan peradangan dan timbulnya masalah penyakit baru di bagian sistem saraf pusat. Kebanyakan orang menderita penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus daripada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Meningitis bakteri adalah penyakit yang sangat serius dan dapat mengakibatkan ketidakmampuan otak kita untuk belajar, mengganggu proses belajar, gangguan pendengaran, kejang, hilangnya fungsi ekstremitas, kerusakan otak permanen, dan bahkan sampai menyebabkan kematian. Menurut World Health organization (WHO) sekitar 15% dari penderita yang dapat sembuh dari penyakit meningitis ini masih tetap dalam resiko terkait dengan masalah komplikasi permanen dan masalah kesehatan lainnya.

Penyebab

Tiga jenis bakteri ini adalah penyebab paling umum dari meningitis pada semua kalangan usia kecuali bayi yang baru lahir dan beberapa jenis gangguan otak yang perlu kita ketahui :

  • streptococcus pneumonia (menyebabkan meningitis pneumokokus)
  • neisseria meningitidis (menyebabkan meningitis meningokoku)
  • jenis influenza Haemophilus b (Hib)

Cara organisme ditransmisikan

Berbeda dengan flu atau pilek yang dapat ditularkan melalui kontak biasa atau hanya dengan menghirup udara di ruangan yang sama dengan orang yang terinfeksi, sebagian besar bakteri yang menyebabkan meningitis tidak benar-benar dapat menular. Caranya ini yaitu dengan pertukarannya yang terjadi melalui udara seperti pernafasan dan tenggorokan, batuk, bersin, atau mencium, untuk menyebarkan bakteri. Setiap orang yang tinggal di rumah yang sama, memiliki kontak yang lama atau melakukan kontak langsung dengan mulut seseorang akan meningkatkan risiko tertularnya infeksi. Orang-orang yang telah terpapar beberapa virus yang sudah diketahui harus menggunakan obat antibiotik untuk pencegahan.

Orang yang paling berisiko

Siapapun bisa menderita meningitis bakteri, karena penyakit ini tidak memandang usia seseorang dan paling sering kondisi ini menyerang pada bayi dan anak kecil serta beberapa penderita yang disebabkan oleh tepat kerja penitipan hewan atau barang, teman dalam satu ruangan yang mempunyai penyakit sejenis dan siapa pun orang yang sudah melakukan kontak dengan mulut atau hidung dari orang yang sudah terinfeksi. Kelompok lain yang berisiko tinggi yaitu orang-orang tertentu yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah, penderita diabetes, pecandu alkohol, pengguna obat terlarang dan orang diatas usia 60 tahun ke atas.

Berikut ini adalah infeksi dari otak umum lainnya:

Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Infeksi ini diperoleh dari ibu yang sudah terinfeksi lalu menular kepada bayi yang belum lahir, dengan makan sayuran yang tidak dicuci, melalui daging yang belum matang, atau melalui kontak langsung dengan kotoran kucing.

Cysticercosis otak disebabkan oleh cacing pita yang biasanya terdapat dalam daging babi. Gejalanya bisa membuat orang-orang terkena penyakit meningitis atau bahkan menyebabkan kematian mendadak. Beberapa obat-obatan tertentu dapat menghentikan perkembangan penyakit tersebut.

Trichinosis disebabkan oleh spiralis cacing gelang Trichinella. Hal ini dapat diakibatkan oleh kebiasaan memakan daging babi mentah yang sudah tumbuh berbagai macam larva dari cacing tersebut. Orang yang terinfeksi memiliki gejala yang mirip dengan ensefalitis dengan kebingungan dan delirium.

Lyme disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi yang menginfeksi dalam kutu dari spesies Ixodes. Kemudian ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu. Komplikasi neurologis yang paling umum adalah kelumpuhan atau kerusakan saraf wajah.

Meningitis coccidioidal disebabkan oleh Coccidioides spora jamur tanah, menyebabkan gejala yang terjadi di daerah sistem pernafasan.

TBC yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, dapat menyebar melalui sistem limfatik ke SSP. Menyebabkan gangguan penglihatan, sulit berbicara dan mati rasa serta kelumpuhan.

Abses serebri merupakan komplikasi dari infeksi sinus, penyakit telinga kronis atau penyebaran dari infeksi dari tempat lain. Gejala tergantung pada lokasi abses, seperti sakit kepala parah, demam, atau malaise umum.

Kita harus benar-benar menjaga gaya hidup dnegan baik, karena sebagian besar penyebab timbulnya penyakit yaitu dari makanan yang kita konsumsi dan ada beberapa makanan yang berdampak negatif terhadap kesehatan otak kita.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *