Disleksia: Penyebab, Gejala dan Perawatan

Disleksia adalah ketidakmampuan membaca tertentu karena cacat dalam pengolahan otak simbol grafis. Ini adalah ketidakmampuan belajar yang mengubah cara otak memproses objek yang sudah tertulis dan biasanya ditandai dengan kesulitan dalam pengenalan kata, ejaan dan decoding.

Orang dengan disleksia memiliki masalah dengan pemahaman bacaan. Pusat Nasional untuk Belajar Disabilities mengatakan bahwa disleksia adalah kondisi neurologis dan gejala ini secara bawaan genetik, dan bukan hasil pengajaran yang buruk, instruksi atau pendidikan. Disleksia tidak terkait dengan kecerdasan.

Apa disleksia?

Masalah pada penyakit disleksia adalah mempunyai salah satu bahasa, tetapi tidak satu visual. Disleksia tidak berasal dari kurangnya tingkat kecerdasan seseorang. Orang dengan disleksia yang sudah parah bisa menjadikannya seorang yang brilian. Disleksia biasanya menyebabkan kesulitan dalam pengenalan kata, ejaan dan decoding. Efek dari disleksia, pada kenyataannya bervariasi dari orang ke orang.

Disleksia adalah mereka yang membaca pada tingkat signifikan lebih rendah dari kebanyakan pada tingkatan orang orang seusianya. Disleksia berbeda dari pengembangan membaca yang tertunda, yang mungkin mencerminkan cacat pada mental. Menurut University of Health System Michigan, disleksia adalah yang paling umum pembelajaran disability, Delapan puluh persen dari siswa menderita penyakit mental ini, dan di perkirakan bahwa 15% sampai 20% dari populasi Amerika memiliki beberapa gejala disleksia, termasuk adanya keterlambatan atau tidak akurat membaca, susahnya belajar menulis, atau mencampurkan yang kata-kata serupa.

Gejala disleksia

Gejala adalah sesuatu yang menjelaskan, sementara tanda adalah sesuatu yang memberi tahu tentang keadaan seseorang. Berikut beberapa tanda yang berhubungan dengan penyakit disleksia ini menurut The Dyslexia Research Trust :

  • Seorang anak dengan disleksia mungkin memiliki lebih kesulitan dari pada biasanya dalam membaca, mengeja dan berkonsentrasi.
  • Belajar membaca anak, walaupun memiliki kecerdasan normal dan menerima pengajaran yang tepat dan dukungan orangtua, tetap saja mengalami kesulitan belajar membaca
  • Tonggak mencapai kemudian, anak belajar merangkak, berjalan, berbicara, melempar atau menangkap hal, naik sepeda tapi dengan pengerjaan yang lambat.
  • Pidato, selain menjadi lambat untuk belajar berbicara, anak umumnya salah menyebutkan kata-kata, dan tidak bisa untuk membedakan antara kata per kata

Penyebab disleksia

Dokter spesialis dan peneliti tidak yakin apa yang menyebabkan seseorang dapat menderita penyakit disleksia. Beberapa bukti menunjuk bahwa banyak kemungkinan kondisi ini diwariskan, seperti disleksia yang orang tua wariskan dan dapat menurun pada anak dengan bawaan yang sama.

Pengobatan untuk disleksia

Hal ini penting bagi anggota keluarga dan orang dengan disleksia untuk mengingat disleksia yang bukan termasuk penyakit. Kita hidup dalam masyarakat di mana membaca dan menulis merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari intervensi yang membantu orang dengan disleksia ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mengatasi mereka.

Saat ini belum atau tidak adanya obat untuk menyembuhkan penyakit disleksia ini, namun ada berbagai spesialis dan intervensi tepat sasaran yang dapat membantu anak-anak dan orang dewasa meningkatkan kemampuan membaca dan menulis mereka. Mayoritas anak-anak dengan diagnosis disleksia hanya akan perlu untuk melewatkan beberapa jam kelas sekolah reguler setiap minggu untuk menerima dukungan pendidikan spesialis, yang biasanya terdapat kelompok kelompok kecil untuk masa pengembangan mental si penderita.

Dalam beberapa kasus, jika disleksia sudah benar benar parah, menganjurkan anak untuk bersekolah spesialis akan lebih banyak di sarankan untuk masa perkembangan otak tersebut. Sayangnya, sekolah tersebut tidak ada di mana mana. Semakin cepat seorang anak didiagnosis dan mendapat dukungan, semakin besar kemungkinan dia akan mencapai perbaikan walaupun selama dalam jangka panjang.

Tes psikologi membantu guru mengembangkan program pengajaran yang lebih baik yang ditargetkan untuk anak.
Seorang guru yang sudah terlatih dalam membantu anak-anak dengan penderita disleksia akan menggunakan berbagai teknik untuk meningkatkan kemampuan membaca anak. Teknik ini biasanya melibatkan indra anak, termasuk sentuhan, penglihatan dan pendengaran.

Beberapa anak tahu mengetahui bagaimana pembelajaran yang dapat membantu mereka dalam proses belajar yaitu  dengan menggunakan jari mereka untuk menelusuri di sekitar bentuk huruf, dan inilah cara yang lebih efektif. Keterampilan ini akan membantu proses pembelajaran seperti :

  • Belajar untuk mengenali fonem
  • Memahami bahwa fonem ini diwakili oleh huruf atau kelompok huruf dirangkai
  • Membacakan dengan suara yang lebih keras
  • Pengenalan mengenai kosakata
  • Pemahaman membaca.

Disleksia ini bukanlah penyakit yang sama dengan kebanyakan penyakit, penyakit ini lebih sering di derita oleh orang yang sudah mewarisinya atau bawaan dari orangtua, tidak di sangka aktor kenamaan dunia asal amerika pun menderita penyakit ini, Ya siapa sangka penyakit apapun bisa menyerang siapa saja. Melalukan terapi atau dukungan mental sudah seharusnya di berikan untuk orang dengan penderita disleksia, karena disleksia menyerang bagian memori otak sehingga fungsi otak pun terganggu.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *