Faktor Dan Penyebab Penyakit Stroke

Sifat-sifat tertentu, kondisi, dan kebiasaan dapat meningkatkan risiko kita untuk mengalami stroke atau Transient Ischemic Attack (TIA). Sifat-sifat, kondisi, dan kebiasaan tersebut dikenal sebagai faktor risiko timbulnya penyakit stroke. Faktor-faktor risiko yang kita miliki, akan menjadi semakin besar memungkinkan kita untuk mengalami penyakit stroke. Kita dapat mengobati atau menangani beberapa faktor risiko tersebut dengan cara seperti menghindari penyakit tekanan darah tinggi dan kebiasaan merokok.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama stroke. Tekanan darah dianggap tinggi jika di atas milimeter 140/90 merkuri (mmHg). Jika kita memiliki diabetes atau penyakit ginjal kronis, tekanan darah tinggi didefinisikan sebagai 130/80 mmHg atau lebih tinggi.

Diabetes

Diabetes adalah penyakit di mana tingkat gula darah tinggi karena tubuh tidak membuat cukup insulin atau tidak menggunakan insulin dengan benar. Insulin adalah hormon yang membantu memindahkan gula darah ke dalam sel di mana akan diubah untuk energi.

Penyakit jantung

Penyakit jantung koroner, kardiomiopati, gagal jantung, dan fibrilasi atrium dapat menyebabkan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan stroke.

Merokok

Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Merokok juga dapat mengurangi jumlah oksigen untuk mencapai seluruh jaringan pada bagian tubuh. Paparan asap rokok juga dapat merusak pembuluh darah. Asap tembakau mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia beracun yang disimpan di paru-paru yang akhirnya akan diserap ke dalam aliran darah. Beberapa bahan kimia tersebut akan merusak dinding pembuluh darah, yang dapat menyebabkan aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah). Hal inilah yang akan meningkatkan kemungkinan adanya pembekuan darah yang terbentuk dibagian arteri yang menuju kebagian otak dan jantung. Kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan pembekuan darah, sehingga aliran darah tidak lancar. Hal ini juga yang semakin dapat meningkatkan risiko terhadap penggumpalan darah.

Usia dan jenis kelamin

Risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia. Di usia muda, laki-laki lebih mungkin dibandingkan perempuan untuk menderita stroke. Namun, perempuan lebih mungkinkan untuk meninggal akibat stroke.

Ras dan etnis

Stroke lebih sering terjadi pada masyarakat di Afrika Amerika, Alaska Native, dan orang dewasa Indian Amerika dibandingkan pada orang dewasa kulit putih Amerika, Hispanik, atau Asia.

Riwayat pribadi atau keluarga dari stroke atau TIA

Jika kita sudah lama mengalami stroke, hal inilah yang akan menjadi sangat beresiko terhadap orang lain untuk mengembangkan penyakit tersebut. risiko mengalami stroke berulang adalah hak tertinggi setelah stroke. Sebuah TIA juga meningkatkan risiko Anda mengalami stroke, kalau salah satu dari kerabatnya memiliki riwayat penyakit stroke.

Aneurisma otak atau malformasi arteri

Tonjolan pada aneurisma seperti balon di arteri yang bisa hancur seketika dapat mengancam keselamatan jiwa kita. Kondisi arteri yang rusak dan vena yang bisa pecah (membuka) dalam otak, yang dapat menyebabkan kita untuk mudah terserang penyakit stroke.

Obesitas atau kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit stroke juga loh. Terlalu banyak jumlah lemak dalam tubuh juga dapat berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan dapat menyebabkan penyakit jantung bahkan diabetes tipe 2. Jika kita tidak dapat menjaga berat badan, diusahakan agar kita dapat melakukan proses ini kalau perlu meminta bantuan tim medis untuk menangani beberapa masalah yang kita alami.

Pola makan yang buruk dan kurangnya berolahraga

Kebiasaan yang malas berolahraga dan kelebihan berat badan, menjadikan keduanya menjadi penyebab tinggi terhadap risiko tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, diabetes, penyakit jantung dan stroke. Untuk itu, kita harus bisa untuk menjalani diet sehat dengan cara mengkombinasikan mengkonsumsi makanan yang sehat dengan kandungan nutrisi yang tinggi, tentunya tidak lupa untuk selalu melakukan olahraga secara teratur.

Faktor risiko stroke

Timbulnya penyakit stroke tentunya mempunyai beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang menderita suatu penyakit, terutama penyakit stroke. Ternyata tidak semua faktor tersebut menjadikan penyebab untuk mengembangkan penyakit stroke tersebut.

Faktor risiko yang tidak dapat kita kontrol

  • umur, di saat usia bertambah resiko terkena penyakit stroke pun menjadi lebih tinggi
  • gender, kemungkinan besar penyakit stroke ini lebih sering terjadi pada pria
  • riwayat keluarga yang memiliki penyakit stroke bawaan

Faktor resiko medis

  • transient ischaemic attack (TIA)
  • pulse yang tidak teratur (Atrial Fibrillation)
  • penyakit lain yang sebelumnya sudah diderita seperti diabetes
  • Displasia fibromuskular (FMD)

Selebihnya kita harus bisa untuk mengetahui bagaimana cara pencegahan penyakit stroke, agar kita lebih siaga dala menangani masalah penyakit stroke tersebut yang sewaktu-waktu dapat menyerang tubuh kita. Yang harus kita lakukan tentu saja dengan menjaga pola makan yang sehat, istirahat yang cukup serta secara teratur melakukan olahraga, karena dengan berolahraga akan membantu memperlancar aliran darah menuju otak otak.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *