Gastroenteritis Bakteri – Gejala, Penyebab Dan Cara Mencegah

Mengkonsumsi makanan yang tidak matak, disimpan terlalu lama ditempat terbuka atau tidak dimasak terlebih dahulu dapat menyebabkan gastroenteritis bakteri atau juga dikenal sebagai keracunan makanan. Gejala umum yang dapat terjadi yaitu seperti mual, muntah, dan diare. Tidak hanya itu, ada juga makanan penyebab diare selain makanan yang mengandung bakteri yang menyebabkan gastroentetitis. Makanan yang mengandung tinggi air dan tinggi akan kandungan kaliumnya ternyata dapat membantu gejala ringan yang ditimbulkan. Gastroenteritis bakteri terjadi ketika bakteri tersebut menyebabkan infeksi dibagian usus. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya peradangan pada lambung dan usus.

Gejala gastroenteritis bakteri

Gejala gastroenteritis bakteri ini sangatlah bervariasi tergantung pada bakteri penyebab infeksi ditubuh kita. Gejalanya tersebut seperti:

  • kehilangan selera makan
  • mual dan muntah
  • diare
  • nyeri perut dan kram
  • darah dalam tinja
  • demam

Penyebab gastroenteritis bakteri

Banyak jenis bakteri yang dapat menyebabkan gastroenteritis ini, termasuk:

  • yersinia, ditemukan di babi
  • staphylococcus, ditemukan dalam produk susu, daging, dan telur
  • shigella, ditemukan dalam air (sering kolam renang)
  • salmonella, yang ditemukan dalam daging, produk susu, dan telur
  • campylobacter, ditemukan dalam daging dan unggas
  • e. coli, ditemukan dalam daging sapi dan salad

Wabah penyebaran gastroenteritis bakteri ini dapat terjadi ketika dalam sebuah restoran yang melayani makanan kepada setiap orang yang sudah terkontaminasi melalui banyak orang. Gastroenteritis bakteri dapat dengan mudah menular dari orang ke orang jika tangan seseorang sudah terkontaminasi dengan bakteri tersebut. Setiap kali, seseorang dapat dengan mudah saja terinfeksi dengan bakteri ini memalui sentuhan terhadap makanan, benda, atau orang lain, yang akhirnya beresiko juga untuk menyebarkan infeksi kepada orang lain.

Bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi di dalam tubuh kita sendiri jika kita menyentuh mata, mulut, atau bagian terbuka lainnya dari tubuh kita melalui kontak tangan yang sudah terkena bakteri. Kita harus bisa untuk menjaga asupan makanan yang baik agar sistem pencernaan pun menjadi sehat, terutama dengan buah anggur yang dapat meningkat sistem pencernaan kita. Kita bisa menjadi sangat beresiko terhadap infeksi bakteri tersebut jika kita berada ditempat yang ramai. Sering mencuci tangan dan menggunakan sabun pembersih lebih dari 60 persen alkohol dapat membantu kita untuk menghindari infeksi dari orang-orang di sekitar kita.

Faktor risiko bakteri gastroenteritis

Jika kita memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena kondisi atau pengobatan yang dilakukan, bisa saja kita memiliki risiko lebih tinggi terhadap gastroenteritis bakteri. Risiko ini juga dapat meningkat jika kita menggunakan obat-obatan untuk menurunkan asam lambung. Penanganan makanan yang tidak benar juga dapat meningkatkan risiko terkumpulnya bakteri gastroenteritis. Makanan yang matang pun jika disimpan terlalu lama pada tempat terbuka atau tidak dipanaskan dengan baik dapat membantu dalam penyebaran dan perkembangan hidup bakteri. Bakteri dapat menghasilkan zat-zat berbahaya yang dikenal sebagai racun. Racun ini tidak bisa dihilangkan sekalipun dengan proses pematangan makanan kembali.

Infeksi bakteri gastroenteritis ini jarang menimbulkan komplikasi pada orang dewasa yang sehat dan biasanya berlangsung kurang dari seminggu. Orang dewasa yang lebih tua atau kalangan anak-anak lebih rentan terhadap gejala gastroenteritis dan berada pada risiko tinggi untuk menimbulkan masalah komplikasi. Komplikasi dari infeksi tersebut meliputi demam tinggi, nyeri otot, dan ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar. Beberapa infeksi bakteri dapat menyebabkan gagal ginjal, perdarahan di saluran usus dan anemia. Beberapa infeksi berat yang tidak diobati dengan cepat dan tepat dapat menyebabkan kerusakan otak dan kematian.

Mencegah gastroenteritis bakteri

Jika kita sudah memiliki penyakit gastroenteritis, kita harus bisa untuk mengambil tindakan pencegahan utama untuk menghindari penyebaran bakteri kepada orang lain. Selalu mencuci tangan setelah menggunakan toilet dan sebelum memegang makanan. Menghindari kontak dekat dengan orang lain selama kita dalam keadaan sakit. Kita juga dapat membantu mencegah infeksi bakteri gastroenteritis dengan menghindari susu yang tidak dipasteurisasi, daging mentah, atau kerang mentah. Mencuci salad dan sayuran secara menyeluruh dan bersih. Pastikan untuk menyimpan makanan pada suhu yang sangat panas atau pada suhu sangat dingin jika kita menyimpan makanan tersebut selama lebih dari beberapa jam.
Langkah-langkah pencegahan lainnya termasuk:

  • menjaga dapur dengan bersih
  • mencuci tangan setelah menggunakan toilet, sebelum mengolah atau menghidangkan makanan yang berbeda, setelah menyentuh hewan, dan sebelum makan
  • minum air kemasan saat bepergian ke luar negeri dan mendapatkan vaksin yang sudah dianjurkan

Ternyata, tidak hanya bakteri penyebab gastroenteritis saja yang dapat menyebabkan timbulnya masalah pencernaan dalam perut kita, akan tetapi ada beberapa jenis bakteri juga yang bersarang dalam tubuh kita, tentunya tidak hanya bakteri yang merugikan saja, akan tetapi ada juga loh bakteri yang dapat menguntungkan.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *