Gejala, Pengobatan Dan Pencegahan Pada Penderita Campak

Campak atau rubeola adalah infeksi yang di sebabkan oleh virus. Campak adalah penyakit yang sangat menular yang dapat menyebar melalui kontak secara langsung atau dengan lendir yang sudah terinfeksi begitu pun dengan air liur dari si penderita. Orang yang terinfeksi dapat melepaskan infeksi atau virus memalui udara saat batuk atau bersin. Virus campak dapat hidup di permukaan atau di tempat terbuka selama beberapa jam.

Minum dari gelas orang yang sudah terinfeksi, atau berbagi peralatan makan dengan orang yang terinfeksi, meningkatkan risiko seseorang menjadi terinfeksi. Campak adalah penyebab utama kematian pada anak-anak, dari 114.900 kematian global yang terkait dengan penyakit campak pada tahun 2014, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sebagian besar korban berada di bawah usia 5 tahun.

Jika anda belum menerima vaksin campak dan melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, segera kunjungi dokter untuk menerima vaksin campak dalam waktu 72 jam untuk menghindari penyebaran virus dari si penderita, anda juga dapat mencegah infeksi dengan dosis imunoglobulin.

Apa saja gejala campak?

Gejala campak umumnya muncul dalam waktu 14 hari dari paparan virus. Gejala termasuk:

  • batuk
  • demam
  • mata merah
  • sensitivitas cahaya
  • sakit otot
  • ingusan
  • sakit tenggorokan
  • bintik-bintik putih di dalam mulut

Sebuah ruam kulit yang luas adalah tanda umum dari campak. Ruam ini bisa bertahan hingga tujuh hari dan umumnya muncul dalam tiga sampai lima hari dari paparan virus. Ruam campak, yang muncul dengan tanda merah, benjolan gatal, biasanya berkembang di kepala dan perlahan-lahan menyebar ke bagian tubuh yang lainnya.

Siapa yang berisiko untuk campak?

Faktor risiko

Jumlah kasus campak di Amerika Serikat telah menurun secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir akibat imunisasi. Namun, penyakit ini belum benar-benar bisa dihilangkan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Bahkan ada 189 kasus campak di tahun 2015. Campak terutama terjadi pada anak-anak yang tidak divaksinasi. Beberapa orang tua memilih untuk tidak memvaksinasi anak-anak mereka karena takut bahwa vaksin akan memiliki efek buruk pada anak-anak mereka. Sebagian besar anak-anak dan orang dewasa yang telah melakukan vaksin tidak memiliki efek samping yang serius pada tubuh.

Namun dalam kasus yang jarang terjadi, vaksin telah menimbulkan beberapa efek samping seperti kejang, tuli, kerusakan otak, dan koma. Penting untuk dicatat bahwa efek samping yang serius dari vaksin campak terjadi dalam 1 dari setiap juta dosis vaksin yang telah diberikan. Beberapa orang tua percaya bahwa vaksin campak dapat menyebabkan autisme pada anak-anak. Namun, banyak penelitian telah membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara autisme dan imunisasi. Kekurangan vitamin A juga dapat menjadi risiko timbulnya penyakit campak. Anak anak dengan kekurangan vitamin A dapat berisiko tinggi terinfeksi penyakit campak

mendiagnosis campak

Diagnosa

Dokter akan mengkonfirmasi tentang penyakit campak dengan memeriksa ruam kulit dan memeriksa gejala yang merupakan ciri khas dari penyakit ini, seperti bintik-bintik putih di mulut, demam, batuk, dan sakit tenggorokan.
Jika mereka tidak dapat mengkonfirmasikan diagnosis berdasarkan pengamatan, dokter akan mungkin melakukan tes darah untuk memeriksa virus campak.

Komplikasi lain yang terkait dengan campak ialah :

  • infeksi telinga
  • bronkitis
  • keguguran atau persalinan prematur
  • penurunan trombosit darah
  • kebutaan
  • diare berat

pengobatan untuk campak

Tidak ada pengobatan untuk campak tertentu. Jika tidak ada komplikasi, dokter akan merekomendasikan banyak untuk penyembuhan seperti beristirahat dan langkah langkah yang normal untuk mengendalikan demam dan mencegah dehidrasi (cairan minuman), gejala biasanya akan hilang dalam waktu 7 sampai 10 hari.

Langkah langkah yang dapat di lakukan ketika anda sudah terkena penyakit campak :

  • Demam, jika suhu tinggi anda dapat menggunakan Tylenol (parasetamol, asetaminofen) atau ibuprofen yang efektif dalam mengendalikan demam, serta rasa sakit dan nyeri. Anak di bawah 16 tidak boleh diberikan aspirin.
  • Merokok, di larang merokok dekat dengan si penderita campak.
  • Fotofobia, sebagai seorang anak biasanya akan sensitif terhadap cahaya, membiarkan lampu redup atau ruang gelap akan membuat si penderita lebih nyaman.
  • Konjungtivitis, jika ada sesuatu yang kasar sekitar mata bersihkan secara halus dengan kapas basah
  • Batuk, obat batuk tidak akan meredakan batuk. Gunakan segelas air hangat dengan satu sendok teh jus lemon dan dua sendok teh madu untuk meredakan batuk.
  • Dehidrasi, anjurkan anak untuk selalu meminum air. Jika anak mengalami demam ia bisa mengalami dehidrasi lebih cepat.
  • Isolasi, sementara anak-anak yang sudah terinfeksi, mereka harus dijauhkan dari sekolah dan tidak kembali ke kegiatan yang melibatkan interaksi manusia.
  • Suplemen vitamin A  penelitian telah menunjukkan bahwa suplemen vitamin A secara signifikan membantu mencegah komplikasi yang disebabkan oleh campak

Cara mencegah penyakit campak

Pencegahan

Imunisasi dapat membantu mencegah wabah campak. Vaksin MMR adalah jenis vaksinasi tiga di dalam jenis vaksin satu yang dapat melindungi anda dan anak-anak Anda dari penyakit campak, gondok, dan rubella (campak Jerman).

Anak-anak dapat menerima vaksinasi MMR pertama mereka pada 12 bulan, atau lebih cepat jika bepergian ke luarnegri , dan dosis kedua mereka antara usia 4 dan 6 tahun.  Jika anda atau anggota keluarga terinfeksi virus campak, seharusnya anda bisa membatasi interaksi dengan orang lain, seperti tinggal di rumah, tidak bepergian bekerja atau sekolah serta tidak melakukan kegiatan sosial lainnya.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *