Jenis-Jenis Syaraf Kejepit

Jika anda merupakan seorang penderita syaraf kejepit, maka ada baiknya anda mengetahui Jenis-Jenis Syaraf Kejepit berikut ini. Jadi anda akan mengetahui lebih dalam seputar masalah penyakit yang anda derita tersebut.

Jenis-Jenis Syaraf Kejepit

Jenis-Jenis Syaraf Kejepit

Kondisi tersebut disebabkan ketika syaraf rusak atau terluka karena adanya tekanan langsung pada bagian anggota badan tertentu. Ada banyak penyebab yang berpotensi menimbulkan syaraf kejepit, tergantung pada lokasi dari syaraf. Pembengkakan sekitar syaraf dapat disebabkan oleh luka, memar, atau kondisi-kondisi lain, termasuk pembengkakan dari anggota-anggota tubuh yang dapat terjadi.

Kondisi tersebut menyebabkan nyeri dan kekakuan punggung dengan gejala-gejala menuruni tungkai. terjadinya penonjolan bantalan tulang belakang yang dimana kondisi ini di picu akibat mengangkat benda-benda berat atau terjadinya trauma pada tulang bagian belakang, kondisi ini akan juga akan menyebabkan pergeseran tulang belakang sehingga benjolan tadi akhirnya terjepit sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Misalnya saja nyeri pada pinggul dan kaki, HNP sendiri dasar dari penangannya adalah memperbaiki kembali benjolan tersebut untuk kembali ke posisi semula dan mengembalikan ruas tulang belakang yang bergeser kembali ke posisi semula.

Gejala syaraf kejepit sendiri biasanya diawali dengan kesemutan, Otot paha dan kaki menjadi lemah, Rasa nyeri yang sangat hebat di pinggang yang menjalar menuju tumit mengikuti slur syaraf, Dan apabila yang terkena syaraf utama maka kemungkinan mengakibatkan kelumpuhan.Adapun gejala yang terjadi di bagian paha anda yaitu kesemutan di paha, otot lengan menjadi lemah, nyeri leher, terutama di belakang dan amping, rasa nyeri yang menjalar ke bahu, lengan, tangan dan jari-jari.

Jika syaraf terjepit dibagian leher gejalanya akan seperti nyeri, pegal pada sekitar leher menyebar sampai bahu dan lengan, diikuti gejala mati rasa atau kelumpuhan pada tangan. Juga dapat menyebabkan nyeri atau kekakuan leher, bersama dengan gejala-gejala menuruni lengan.

Gejalanya seperti nyeri pinggang yang menjalar sampai ke betis, mati rasa dan bahkan kelumpuhan. Penderita juga mungkin mengalami susah buangair kecil dan pada pria menyebabkan disfungsi ereksi. Nyeri akan semakin terasa ketika seseorang lama duduk dan kemudian berdiri ataupun berjalan.

  • >Syaraf kejepit pada pergelangan tangan akan mempengaruhi keadaan ibu jari, jari telunjuk, dan jari-jari tangan tengah. Hal tersebut dapat juga menyebabkan kelemahan pada kekuatan menggenggam pasien.

Macam-macam penyebab yang dapat mendukung terjadinya saraf terjepit:

  • Kebiasaan Postur Tubuh yang tidak benar dalam kurun waktu yang lama

Postur tubuh yang tidak baik (melengkung) menyebabkan pendistribusian tekanan pada tulang belakang tidak merata, sehingga terdapat titik-titik tertentu pada ruas tulang belakang yang mendapatkan tekanan lebih tinggi dibandingkan kekuatan normal. Tekanan yang lebih tinggi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan Nucleus Pulposus mengalami bulging, bahkan pecah. Hal ini dapat terjadi pada bagian leher atau pinggang.

  • Trauma / Cedera pada pinggang atau tulang belakang

Faktor trauma ini dapat terjadi dalam 1 kejadian, seperti jatuh terduduk cukup keras dan langsung dapat menyebabkan pecahnya Nucleus Pulposus (gel pada disc/bantalan ruas tulang belakang) yanng mengakibatkan timbulnya tekanan berat/shock di sepanjang tulang belakang pada saat jatuh terduduk.

Jika usia-usia muda mengalami hal tersebut, maka biasanya mereka tidak akan merasakan sakit pada saat itu juga, malah cenderung mereka bisa langsung berdiri dan melakukan aktivitas seperti biasa. Namun kebanyakan kasus yang terjadi, mereka akan merasakan gejala sakit pinggang bertahun-tahun kemudian. Berbeda halnya bila cedera ini terjadi pada orang yang sudah berumur. Mereka akan merasakan nyeri pada pinggangnya secara langsung.

Hal ini dikarenakan karena perbedaan elastisitas dari Nucleus Pulposus di setiap orangnya. Nucleus Pulposus terdiri dari air dan kolagen yang mempunyai kekuatan dan elastisitas untuk menahan beban dalam ruas tulang belakang, pada saat kita berdiri dan duduk. Pada usia muda, kandungan air dalam Nucleus Pulposus terbilang sangatlah tinggi, sehingga dapat menahan tekanan yang lebih tinggi juga, ketimbang pada orang tua yang memiliki Nucleus Pulposusnya yang telah mengalami degenerasi karena kandungan air telah menurun (aging process).

  • Penyakit Degenerasi Disc (Degenerative Disc Disease, DDD) atau Disc Aging

Disc atau bantalan ruas tulang belakang dapat mengalami degenerasi, sehingga melemahkan kekuatannya untuk dapat menahan dan mendistribusikan secara merata sebuah tekanan pada seluruh tulang belakang. Degenerasi atau penurunan kualitas Disc ini dapat disebabkan oleh asupan nutrisi yang buruk pada Disc, dan juga dapat disebabkan oleh proses reaksi biokimia antara glukosa dan kolagen dalam Disc. Beberapa riset juga menunjukkan ada kemungkinan DDD terhubung dengan genetik dalam keluarga.

  • Faktor Keturunan

Beberapa riset menunjukkan ada faktor-faktor yang mengarah pada genetik yang diturunkan dalam keluarga yang menyebabkan seseorang dapat mengalami kondisi syaraf kejepit. Hal ini kemungkinan terjadi karena faktor-faktor seperti dari struktur kerangka kolagen dalam disc, pengaruh genetik dalam peredaran darah, dan metabolisme Disc. Belum ada konklusi yang pasti dalam penelitian ini, namun berhati-hatilah jika banyak dari anggota keluarga anda yang pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Jagalah selalu postur tubuh anda, sehingga tidak menimbulkan tekanan yang abnormal terhadap ruas tulang belakang dan bantalannya.

Gejala syaraf kejepit

Gejala-gejala dari syaraf terjepit tersebut tergantung pada syaraf mana yang terpengaruh. Setiap syaraf bertanggung jawab untuk pengiriman informasi ke atau dari bagian-bagian spesifik tubuh. Gejala-gejala yang paling umum dari syaraf terjepit adalah: nyeri, mati rasa, kesemutan, atau kelemahan otot sepanjang alur syaraf.

Pengobatan Syaraf Terjepit

• Jika seseorang masih didiagnosis dengan kondisi syaraf kejepit dalam stadium ringan, kemungkinan pengobatan yang dianjurkan adalah dengan cara beristirahat dan mengompresnya menggunakan es.
• Jika syaraf terjepit ada pada lengan, dokter mungkin merekomendasikan brace (alat penguat) untuk periode waktu yang singkat.
• Terapi isik dapat membantu meregangkan dan menguatkan otot-otot spesifik pada tubuh, yang membantu membebaskan tekanan pada syaraf yang terjepit.
• Jika gejala-gejala dari syaraf terjepit tidak membaik dengan perawatan-perawatan diatas, operasi mungkin direkomendasikan. Tapi cara pengobatan melalui operasi ini tentunya memiliki dampak buruk dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Maka dari itu, coba anda ketahui pengobatan apa yang memiliki dampak baik dan tidak membutuhkan biaya mahal, serta dijaminnya pengobatan yang telah memberikan bukti kesembuhan jauh 3x lebih cepat. Untuk informasi lengkapnya, silahkan KLIK DISINI (Obat syaraf kejepit).

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn2Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *