Kemungkinan Efek Samping Pemutihan Gigi

Pemutihan gigi dapat menyebabkan beberapa efek samping yang banyak dari kita belum mengetahuinya, walaupun kita sudah menjalankan beberapa prosedur dari spesialis dokter gigi. Banyak dari kita yang masih bertanya-tanya mengenai minuman dan makanan apa saja yang dapat menyebabkan gigi menjadi rusak, termasuk dengan apakah minuman bersoda dapat menodai gigi?. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang kemungkinan dapat terjadi setelah proses pemutihan gigi yang kita lakukan.

Gigi menjadi lebih sensitif

Ini merupakan efek samping yang paling umum terjadi pada orang yang sudah melakukan proses pemutihan gigi. Sensitivitas pada gigi bisa terjadi secara permanen setelah proses bleaching. Ketika gigi memutih, lapisan dentin pada gigi tersebut bisa terkena senyawa kimia dari proses bleacing tersebut yang dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif. Jika kita memiliki gigi sensitif, lebih baik kita melakukan konsultasi dengan dokter spesialis gigi, agar kita tahu mengenai hal apa saja yang harus kita lakukan untuk mengurangi kondisi gigi yang sensitif tersebut. Beberapa orang dapat mengalami gigi linu yang disebut ‘zingers‘. Kandungan kalium nitrat dalam pasta gigi dapat meringankan beberapa gejala pada gigi kita tersebut.

Terjadinya iritasi

Gel pemutih yang digunakan dalam proses bleaching gigi tersebut dapat mengiritasi jaringan lunak dalam mulut seperti gusi yang terkena bahan kimia. Hal ini menyebabkan iritasi jaringan lunak seperti peradangan dan sensasi terbakar panas dibagian gusi tersebut. Gusi yang terkena senyawa carbamide atau hidrogen peroksida juga akan menyebabkan gusi menjadi putih. Jika kebiasaan seperti membleaching gigi tersebut juga dapat menyebabkan kemerahan dan peradangan pada gusi atau bagian jaringan lunak lainnya. Dalam beberapa kasus ekstrim yang lebih parahnya lagi, kondisi ini juga dapat menyebabkan pendarahan dan nyeri pada gigi atau gusi secara permanen.

Adanya reaksi buruk dari gigi dan gusi

Jika gigi memiliki noda sehingga terlihat adanya perubahan pada warna gigi, tentunya hal ini tidak akan membuat gigi menjadi putih kembali. Jika kita menjalani proses bleaching, gigi akan cenderung akan menghasilkan warna yang lebih abu-abu dari pada warna putih. Karena jenis gigi yang kita miliki dengan orang lain, tentunya berbeda dalam menghasilkan reaksi atau respon ketika melakukan proses pemutihan gigi.

Penyebab efek samping

Beberapa efek samping dari pemutihan gigi di atas tersebut, dapat memberitahu kita mengenai beberapa penyebab yang dapat kita hindari. Gigi dan gusi yang terlalu sering tepapar tinggi senyawa carbamide atau hidrogen peroksida akan menyebabkan sensitivitas dan iritasi, yang tentunya membuat gigi dan gusi menjadi nyeri. Oleh karena itu, memilih produk yang sudah teruji secara klinis dari merek tersebut, kita juga harus mengikuti petunjuk aturan dengan hati-hati ketika menggunakan produk pemutih gigi di rumah dan tentunya kita harus melakukan konsultasi dengan dokter sebelum menjalani proses tersebut.

Tips untuk mengurangi efek samping

Dokter gigi dapat memberikan kita produk pasta gigi yang mengandung fluoride yang dapat mengembalikan termineralisasinya gigi dan juga mengurangi sensitivitas pada gigi kita. Kita juga dapat mengkonsumsi beberapa makanan yang dapat memutihkan gigi secara alami, tanpa menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan efek samping.

Tidak semua orang bisa menjalani pemutihan gigi dengan efek sampingnya. Wanita hamil, anak di bawah usia 16 tahun, orang yang menderita alergi, lapisan enamel yang sensitif, penyakit gusi, gigi berlubang, tambalan atau kegiatan pemulihan gigi lainnya mungkin saja tidak dapat menjalani proses untuk pemutihan gigi. Sebetulnya kita tidak perlu untuk melakukan proses pemutihan gigi, selain mempunyai efek samping samping yang dapat membuat rusak gigi, tentunya proses bleaching juga membutuhkan biaya yang tidak murah. Untuk itu, kita harus mengetahui beberapa cara alami untuk menghilangkan plak dan noda pada gigi kita, agar proses aman dan sehat untuk menjaga gigi pun dapat kita rasakan. Karena merawat dan membersihkan gigi secara rutin merupakan langkah utama yang harus kita lakukan untuk menjaga gigi agar tetap sehat.

Pemutihan gigi dengan menggunakan produk non-kimia seperti sikat gigi elektrik tidak akan menimbulkan efek samping yang serius pada gigi kita. Terlebih lagi, sekarang banyak sekali berbagai macam penyebab gigi rusak, termasuk dengan makanan dan minuman manis, yang mengandung senyawa tertentu yang dapat membuat terkikisnya lapisan enamel gigi kita tersebut. Selain makanan dan minuman juga, tentunya kebersihan dan perawat yang buruk pada mulut juga menjadi penyebab yang sangat umum dikalangan orang-orang yang mengalami kerusakan gigi, seperti halnya jika mulut kita kering (dari air ludah) akan mempermudah pertumbuhan dan perkembangan bakteri dalam mulut yang pada akhirnya bakteri tersebut akan membentuk senyawa asam yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan enamel pada gigi dan juga secara perlahan dapat mengikis bagian permukaan gigi.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *