Makanan-Makanan Penyebab Bau Mulut

Menyikat gigi, flossing dan membersihkan gigi merupakan cara-cara yang baik untuk menjaga mulut kita agar tetap sehat dan bersih. Tidak hanya dengan cara tersebut saja, akan tetapi ada beberapa makanan yang dapat memutihkan gigi kita secara alami juga, tetapi hal ini tidak berlaku untuk semua berbagai macam permasalahan dimulut kita termasuk dengan napas kita dari waktu ke waktu. Dari semua hal yang menjadi penyebab bau mulut, 80% adalah berasal dari makanan yang kita makan, seperti jenis makanan berikut ini:

Bawang putih

Bawang putih dapat meninggalkan senyawa kimia sulfat di mulut kita. Bawang putih juga mudah diserap ke dalam aliran darah kita, memungkinkan adanya aroma bau diseluruh aliran bagian darah yang menuju ke paru-paru. Setelah diserap, bawang putih kemudian memancarkan aroma busuk atau bau dari pori-pori kulit kita. Tidak berlebihan dalam mengkonsumsi bawang putih merupakan cara yang aman untuk menghindari bau mulut, selanjutnya menyikat gigi dan flossing secara teratur setelah mengkonsumsi bawang putih tersebut.

Bawang merah

Serupa dengan bawang putih, bau bawang merah pun menjadi penyebab mulut menjadi bau. Hal ini dikarenakan jenis bawang tersebut mengandung senyawa sulfat yang diserap ke dalam aliran darah kita.

Susu

Susu dikenal mempunyai khasiat dan manfaat baik bagi perkembangan tubuh kita, akan tetapi susu juga bisa mengotori mulut kita. Itu disebabkan oleh adanya bakteri alami dari lidah kita dengan asam amino dalam susu dan keju yang akan menghasilkan bau yang busuk pada mulut.

Ikan tuna dalam kaleng

Produk olahan tuna kaleng memiliki aroma bau yang dapat mempengaruhi keadaan mulut kita. Olahan makanan dari laut secara alami akan mulai berbau asam dan mengoksidasi yang akan berubah menjadi bau membusuk ketika dimasukan kedalam kalengan.

Lobak

Lobak mengandung senyawa kimia yang disebut isothiocynate yang berkontribusi untuk membuat mulut menjadi bau.

Alkohol

Minuman beralkohol dapat menyebabkan mulut menjadi mudah kering, karena terhambatnya aliran air liur. Masalahnya sekarang ini sudah banyak obat kumur mulut mengandung sekitar 27% alkohol yang justru akan membuat mulut kita menjadi kering. Dari mulut keringlah akan timbul aroma bau dari mulut kita.

Gula

Gula merupakan jenis makanan yang dapat memperburuk perkembangan bakteri didalam mulut kita. Seperti halnya makanan permen gula dan permen karet yang mengandung tinggi gula dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri anaerob menjadi super aktif dan menciptakan ofensif dalam mulut.

Kopi

Sifat asam dan enzim alami yang terdapat dalam kopi menjadi tercampur dengan air liur kita dan menyebabkan mulut kita menjaid bau. Selain itu, kopi juga dapat membuat zat asam dalam perut menjadi meningkat dan akan mengeluarkan bau busuk ketika kita bersendawa atau zat asam dalam perut tersebut menjadi menguap melalui mulut kita.

Makanan asam

Para peneliti berpendapat bahwa zat asam dapat menyebabkan bakteri menjadi mudah untuk berkembang biak lebih cepat. Kita harus bisa untuk menetralkan zat asam tersebut untuk menghambat pertumbuhan bakteri, yang berarti kita juga harus menghindari atau membatasi asupan makanan atau minuman asam. Penyebab umumnya adalah kopi, jus tomat, jus nanas, jus jeruk, soda, saus pasta, saus tomat, acar, daging berlemak, buah zaitun, mentega, dan cokelat. Kadar air liur yang cukup memang diperlukan untuk menetralkan asam yang berasal dari jenis makanan tertentu serta asam yang berasal dari lambung (acid reflux). Air liur kaya dengan mineral alami yang memberikan kontribusi untuk kesehatan mulut yang optimal.

Ketika mulut kering, asam akan menyebabkan terkikisnya enamel gigi, menggerogoti gusi-gusi dan meningkatkan produksi bakteri anaerob. Konsekuensi yang cukuo besar dari kebiasaan yang selalu mengkonsumsi makanan asam adalah akan mempermudah membuat gigi menjadi berlubang, radang gusi, serta timbulnya bau mulut. Yep benar saja, bahwa air liur mempunyai peranan penting terhadap penyerapan makanan dalam mulut kita, sehingga disaat air liur kita kering dan kita mengkonsumsi makanan tertentu akan menimbulkan bau mulut yang dihasilkan dari sisa makanan yang tidak tercampur dengan air liur saat di kunyah.

Dokter gigi dapat memeriksa tingkat pH mulut kita untuk menentukan apakah kandungan asam yang tinggi dapat memberikan kontribusi yang buruk untuk halitosis kronis. Tingkat pH mulut yang normal adalah sekitar 6,5, sehingga tingkat jumlah di bawah ini sudah dianggap asam. Tingkat yang lebih tinggi dari 7,0 dianggap sebagai indikasi kondisi dari basa (dasar). Kita juga harus mengetahui beberapa pencegahan untuk mengatasi bau mulut, agar kondisi mulut kita tetap terjaga dan tidak mengeluarkan aroma busuk. Yang terpenting adalah kita harus bisa menjaga kesehatan mulut kita dengan secara teratur selalu melakukan kunjungan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, untuk memastikan kesehatan gigi yang baik.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *