Mengenal Lebih Jauh Tentang Proses Terjadinya Keracunan Makanan

Keracunan makanan merupakan penyakit bawaan dari suatu makanan biasanya hasil dari makanan yang sudah terkontaminasi atau makanan beracun. Gejala yang paling umum dari keracunan makanan biasanya di sertai mual, muntah, dan diare.

Apa penyebab keracunan makanan?

Kebanyakan keracunan makanan dapat ditelusuri dari salah satu 3 penyebab utama berikut ini

Bakteri

Bakteri adalah penyebab paling umum terjadinya keracunan makanan. Bakteri berbahaya tersebut seperti E. coli, listeria dan salmonella. Salmonella adalah penyebab terbesar kasus keracunan makanan yang banyak terjadi di Amerika Serikat. Menurut CDC, sekitar 1.000.000 kasus keracunan makanan, hampir 20.000 melakukan rawat inap per tahunnya akibat bekteri jenis Salmonella. Campylobacter dan C. botulinum (botulism) adalah dua jenis bakteri yang kurang dikenal yang selalu mengintai makanan kita dan dapat menyebabkan kematian.

Parasit

Keracunan makanan yang disebabkan oleh parasit tidak biasa seperti halnya keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri, tetapi parasit menyebar melalui makanan yang masih baru. Toxoplasma adalah parasit yang paling sering terlihat dalam kasus-kasus keracunan makanan. Ini biasanya ditemukan di kotak atau tempat kotoran kucing. Parasit bisa hidup di saluran pencernaan dengan tidak terdeteksi selama bertahun-tahun. Namun, bagi mereka yang mempunyai sistem kekebalan yang lemah seperti pada wanita hamil akan lebih berisiko dengan efek samping yang serius jika parasit menetatap di bagian usus.

Virus

keracunan makanan juga dapat disebabkan oleh virus. Norovirus juga dikenal sebagai virus Norwalk, virus ini yang menyebabkan lebih dari 19 juta kasus keracunan makanan setiap tahunnya, dan dalam kasus yang jarang terjadi ini bisa berakibat fatal. Sapovirus, Rotavirus, dan Astrovirus mempunyai gejala yang sama pada kasus makanan yang di sebabkan oleh virus pada umumnya, tetapi kejadian ini jarang terjadi. Hepatitis A virus adalah kondisi serius yang dapat ditularkan melalui makanan.

Bagaimana makanan bisa terkontaminasi?

Patogen dapat ditemukan di hampir semua makanan yang manusia makan. Namun, panas akibat penggorengan biasanya akan membunuh patogen pada makanan sebelum akhirnya makanan itu di sajikan. Makanan yang dimakan mentah merupakan sumber umum terjadinya keracunan makanan, karena hal ini tidak melalui proses penggorengan terlebih dulu. Hal ini paling sering terjadi ketika seseorang mempersiapkan makanan dengan tidak melakukan cuci tangan sebelum melakukan penggorengan. Daging, telur, dan produk susu adalah objek yang dengan mudah sering terkontaminasi.

Siapa saja yang beresiko keracunan makanan ?

Siapapun bisa dengan mudah keracunan makanan, karena hampir semua orang akan merasakan satu kali keracunan makanan dalam seumur hidup. Siapapun yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau penyakit bawaan mungkin akan memiliki risiko lebih besar terinfeksi dan risiko lebih besar dari komplikasi akibat keracunan makanan.

Menurut Mayo Clinic, wanita hamil akan lebih berisiko, karena tubuh mereka sedang menghadapi masa perubahan metabolisme dan sistem peredaran darah mereka selama masa kehamilan. orang lanjut usia juga menghadapi risiko yang lebih besar terjadinyakeracunan makanan karena sistem kekebalan tubuh mereka mungkin tidak merespon dengan cepat untuk organisme yang menular. Anak-anak juga dianggap sebagai populasi yang berisiko, karena sistem kekebalan tubuh mereka tidak seperti yang di alami sebagai orang dewasa.

Cara Mengidentifikasi Keracunan Makanan

Jika anda mengalami keracunan makanan, kemungkinan tidak akan terdeteksi secara cepat karena gejala dapat bervariasi tergantung pada sumber infeksi.

Berikut kasus umum yang sering terjadif dan mengakibatkan beberapa gejala seperti berikut ini :

  • Kram perut
  • Diare
  • Muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Demam ringan
  • Kelemahan
  • Mual
  • Sakit kepala

Berikut gejala keracunan makanan yang dapat menyebabkan kematian :

  • Diare bertahan selama lebih dari tiga hari
  • Demam tinggi dari 101,5 ° F
  • Kesulitan melihat atau berbicara
  • Gejala dehidrasi berat, termasuk mulut kering dan tidak ada urin

Cara pengobatan untuk keracunan makanan ?

Keracunan makanan biasanya dapat diobati di rumah, dan kebanyakan kasus ini akan sembuh dalam kurun waktu tiga sampai lima hari. Jika Anda mengalami keracunan makanan, gunakan minuman olahraga yang tinggi kandungan elektrolitnya agar dapat membantu untuk mengembalikan cairan yang hilang akibat muntah-muntah. Hindari minuman yang mengandung kafein karena, ini dapat mengiritasi saluran pencernaan. Kita bisa gunakan teh yang di campur dengan herbal yang memberikan efek menenangkan seperti chamomile, peppermint, dan dandelion. Penggunaan obat-obatan seperti Imodium dan Pepto-Bismol dapat membantu mengontrol diare dan menekan rasa mual.

Cara mencegah keracunan makanan ?

Cara terbaik untuk mencegah keracunan makanan adalah dengan menangani makanan secara aman dan hindari dari makanan yang sudah lama berada di permukaan terbuka, karena akan dengan mudah makanan yang baru terkontaminasi dengan makanan yang sudah lama tersebut. Beberapa makanan yang menyebabkan keracunan makanan biasanya karena cara bagaimana makanan itu diproduksi dan disiapkan. Daging, unggas, telur, dan kerang menjadi objek yang lebih mudah terinfeksi. Keracunan makanan pun akan terjadi jika makanan tersebut dimakan dalam bentuk mentah, tidak dimasak dengan benar, atau jika tangan dan permukaan yang tidak dibersihkan terlebih dahulu.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *