Penyakit Dan Kondisi Cedera Otak Traumatis

Beberapa dari kondisi tersebut tentunya mempunyai penyebab dan gejala yang berbeda juga. Dari beberapa cidera pun dapat mengganggu beberapa sistem kerja fungsi otak, seperti yang terjadi akibat penggunaan minuman beralkohol yang dapat merusak beberapa bagian dari otak. Artikel ini akan sedikit membahas mengenai penyebab dan gejala dari cedera otak traumatis.

Penyebab

Cedera otak. Traumatis biasanya disebabkan oleh pukulan atau cedera traumatis lainnya yang mengarah ke kepala atau tubuh. Tingkat kerusakan dapat bergantung pada beberapa faktor, termasuk keparahan cidera dan kekuatan pukulan itu sendiri.

Cedera dapat mencakup satu atau lebih dari faktor-faktor berikut:

  • kerusakan sel-sel otak masih terbatas ke bagian langsung di bawah titik tengkorak dari dampak tersebut.
  • pukulan keras dapat menyebabkan beberapa titik kerusakan pada otak kita karena otak dapat bergerak dibagian tengkorak.
  • kondisi tubuh yang berputar atau adanya sentakan keras dapat menyebabkan robeknya struktur selular.
  • suara ledakan seperti dari bahan peledak, dapat menyebabkan kerusakan luas pada otak.
  • suatu benda yang dapat menembus tengkorak dapat menyebabkan kerusakan parah pada sel-sel otak, pembuluh darah dan jaringan pelindung lainnya di sekitar otak.
  • pendarahan, pembengkakan, dan pembekuan darah di sekitar otak dapat mengganggu suplai oksigen ke otak.

Terjatuh. Jatuh dari tempat tidur, tergelincir di kamar mandi, jatuh dari tangga dll adalah penyebab secara keseluruhan yang paling umum dari cedera otak traumatis, terutama pada orang dewasa yang lebih tua dan anak-anak.

Kecelakaan kendaraan. Kecalakaan seperti tabrakan yang melibatkan mobil, sepeda motor ataupun kendaraan lainnya merupakan penyebab umum dari cedera otak traumatis.

Kekerasan. Sekitar 20 persen dari cedera otak traumatis disebabkan oleh kekerasan, seperti luka tembak, kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan anak. Sindrom bayi cedera otak traumatis disebabkan oleh kekerasan pada bayi yang merusak bagian sel otak.

Cedera olahraga. Cedera otak traumatis dapat disebabkan oleh beberapa aktivitas kita saat berolahraga, termasuk sepak bola, tinju, bisbol, lacrosse, skateboard, hoki, dan dampak tinggi dari jenis olahraga ekstrim lainnya, seperti gulat.

Ledakan dan cedera bertempur lainnya. Ledakan adalah penyebab umum dari cedera otak traumatis seperti yang paling banyak di alami oleh para personil militer yang masih aktif. Meskipun mekanisme kerusakan belum dipahami dengan baik, banyak peneliti percaya bahwa gelombang tekanan yang melewati otak secara signifikan dapat mengganggu fungsi otak. Cedera otak traumatis juga dapat disebabkan oleh pukulan parah pada kepala, benturan keras pada kepala dan masih banyak lagi.

Gejala

Cedera otak traumatis dapat memiliki efek luas terhadap fisik dan psikologis. Beberapa tanda-tanda atau gejala mungkin akan segera muncul setelah peristiwa traumatis terjadi, sementara gejala yang lainnya dapat muncul beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.

Tanda-tanda dan gejala cedera otak traumatis ringan termasuk:

Gejala fisik

  • kehilangan kesadaran selama beberapa menit
  • keadaan dan pikiran yang bingung
  • disorientasi
  • sakit kepala
  • mual atau muntah
  • kelelahan atau mengantuk
  • kesulitan tidur
  • tidur lebih awal dari biasanya
  • pusing atau kehilangan keseimbangan

Gejala sensorik

  • masalah sensorik, seperti penglihatan kabur, telinga berdenging atau rasa tidak enak di mulut
  • perubahan kemampuan untuk mencium
  • sensitivitas terhadap cahaya atau suara

Gejala kognitif atau mental

  • gangguan pada memori atau konsentrasi
  • perubahan mood atau suasana hati
  • merasa tertekan atau cemas

Tanda-tanda dan gejala cedera otak traumatis parah termasuk:

Sedang untuk cedera otak traumatik yang parah dapat mencakup tanda-tanda dan gejala cedera ringan, serta gejala berikut yang mungkin muncul dalam beberapa jam atau hari setelah cedera kepala:

Gejala fisik

  • kehilangan kesadaran dalam beberapa menit atau jam
  • sakit kepala terus-menerus dan semakin memburuk
  • muntah dan mual berkali-kali
  • kejang
  • pelebaran satu atau kedua pupil dari mata
  • cairan bening mengalir dari hidung atau telinga
  • ketidakmampuan untuk bangun dari tidur
  • kelemahan atau mati rasa di jari tangan dan kaki
  • kehilangan keseimbangan dan kontrol

Gejala kognitif atau mental

  • kebingungan yang mendalam
  • agitasi atau perilaku yang tidak biasa lainnya
  • bicara cadel
  • koma dan gangguan kesadaran lainnya

Gejala yang menyerang anak-anak

Bayi dan anak-anak dengan cedera otak mungkin tidak memiliki keterampilan komunikasi untuk menunjukan kondisi sakit kepala, masalah sensorik, kebingungan ataupun gejala lainnya. Pada anak yang mengalami cedera otak traumatis, kita bisa mencoba untuk mengamatinya dengan:

  • perubahan disetiap kebiasaan makan atau menyusui
  • mudah menangis dan ketidakmampuan untuk berada dalam kondisi senang
  • mudah marah yang tidak biasa
  • perubahan kemampuan dalam kondisi perhatiannya
  • perubahan kebiasaan tidur
  • suasana sedih atau tertekan
  • kehilangan minat dalam mainan atau kegiatan favorit lainnya

Untuk itu, kita harus bisa mengetahui beberapa nutrisi dan cara pelatihan untuk pemulihan cedera otak, agar kita dapat dengan mudah untuk melakukan sesuatu terbaik dalam menangani masalah yang berhubungan dengan otak kita.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *