Penyebab, Gejala dan Perawatan Terhadap Penyakit Insomnia

Insomnia adalah penyakit gangguan tidur yang menimpa jutaan orang di dunia. Seorang dengan penyakit insomnia akan mengalami tidur yang tidak nyenyak atau kesulitan untuk tidur dengan baik. Insomnia sering menyebabkan kantuk di siang hari, lesu dan perasaan yang tidak sehat secara mental maupun fisik.

Apa itu insomnia ?

Perempuan dengan penderita insomnia tidak akan bisa untuk mendapatkan tidur dengan baik. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Sleep National Association, 22% orang Amerika mengalami penyakit yang menyerang kenyamanan tidur ini. Insomnia mencakup berbagai gangguan tidur, dari kurangnya kualitas tidur dan kurangnya kuantitas pada tidur itu sendiri.

Insomnia umumnya dipisahkan menjadi tiga jenis yaitu:

  • insomnia sementara, terjadi ketika gejala berlangsung dari beberapa hari sampai beberapa minggu.
  • insomnia akut, juga disebut insomnia jangka pendek, gejala hanya menetap selama beberapa minggu.
  • insomnia kronis, jenis ini berlangsung selama setidaknya berbulan bulan, dan kadang selama beberapa

Apa yang menyebabkan susah tidur?

Insomnia dapat disebabkan oleh faktor fisik maupun faktor psikologis. Sering ada kondisi medis yang mendasari tentang penyebab insomnia kronis, sedangkan insomnia sementara terjadi karena adanya acara di suatu tempat hinga larut malam sehingga bisa membuat orang tersebut sulit untuk terkantuk. Sebagai contoh lain ketika seseorang menggunakan telepon di tempat tidur akan menjadi sulit untuk tidur atau tidak adanya rasa kantuk karena perangkat elektronik yang bercahaya dapat mempengaruhi senyawa melatonin yang ada pada otak kita sehingga tidak adanya respon otak untuk tertidur.

Dan masalah masalah lainnya seperti :

  • Gangguan ritme sirkadian: jet lag, perubahan pergeseran pekerjaan, ketinggian, kebisingan, panas atau dingin udara dapat mempengaruhi kita dalam proses tidur.
  • masalah psikologis: orang dengan gangguan mood, seperti gangguan bipolar atau depresi, serta gangguan kecemasan atau gangguan psikotik lebih mudah untuk menderita insomnia.
  • kondisi medis: lesi otak dan tumor, stroke, sakit kronis, sindrom kelelahan kronis, gagal jantung kongestif, angina, penyakit asam-reflux (GERD), penyakit paru obstruktif kronik, asma, penyakit Parkinson dan Alzheimer, hipertiroidisme, arthritis
  • Hormon: estrogen, perubahan hormon saat menstruasi
  • Faktor-faktor lain: tidur sebelah pasangan yang sering mendengkur, parasit, kondisi genetik, pikiran terlalu aktif, pregnancy.

Menurut peneliti dari University of Helsinki, Finlandia, Mereka menemukan bahwa anak-anak dengan TV, komputer, video game, pemutar DVD dan ponsel di kamar tidur mereka akan mempunyai tidur lebih sedikit dari anak-anak lain yang tidak punya perangkat seperti itu.

Siapa yang akan mengalami susah tidur?

Umumnya seorang wanita akan lebih sulit untuk mendapat tidur yang baik seperti pekerjaan dengan metode shift, karena rutinitas tidur yang tidak konsisten sehingga mengganggu akan pola tidur.

Beberapa orang ini yang cenderung akan mengalami penyakit insomnia, seperti :

  • Wisatawan
  • Pekerjaan dengan metode shift
  • Orang tua
  • Pengguna narkoba
  •  Remaja atau muda
  • Wanita hamil
  • Wanita menopause
  • Mereka dengan gangguan kesehatan mental

Tanda dan gejala insomnia

Insomnia itu sendiri bukan merupakan gejala dari kondisi medis yang mendasar. Namun, ada beberapa tanda-tanda dan gejala yang berhubungan dengan insomnia seperti :

  • Kesulitan tidur di malam hari
  • Sering bangun pada malam hari
  • Bangun lebih awal dari biasanya
  • Sering merasa lelah setelah tidur malam
  • Sering merasa lelah pada siang hari
  • Lekas marah, depresi atau kecemasan
  • Konsentrasi yang buruk dan fokus
  • Menjadi tidak terkoordinasi
  • Ketegangan pada sakit kepala
  • Kesulitan bersosialisasi
  • Gejala gastrointestinal

pengobatan untuk insomnia

Beberapa jenis insomnia bisa diatasi sendiri ketika penyebabnya sulit untuk di hilangkan. Secara umum, mengobati insomnia berfokus pada apa penyebab masalah tidur yang anda alami. Setelah diidentifikasi, maka penyebab yang mendasari anda menderita penyakit insomnia ini dapat diobati atau diperbaiki. Selain mengobati penyebab insomnia, baik perawatan medis dan non-farmakologis dapat digunakan sebagai terapi. Selain itu banyak cara penyembuhan lain seperti :

  • Meningkatkan kualitas tidur, tidak memaksa tidur, cobalah untuk menjaga jadwal tidur yang teratur, menghindari kafein di malam hari, tidak merokok, dan pastikan membuat lingkungan anda nyaman.
  • teknik relaksasi, seperti meditasi dan relaksasi otot
  • Terapi kognitif, seperti konseling individu atau terapi kelompok
  • Terapi kontrol stimulus, hanya pergi tidur ketika sudah merasa ngantuk, tidak mencoba untuk menonton  TV, membaca, makan, atau rasa khawatir di tempat tidur, mengatur alarm untuk waktu yang sama setiap pagi, menghindari tidur siang dengan waktu yang lama.
  • pembatasan tidur, mengurangi waktu yang dihabiskan di tempat tidur, ini akan memudahkan kita untuk tidur pada malam berikutnya.

Tidak hanya cara alami saja yang bisa kita lakukan, jika insomnia yang kita derita ini semakin buruk dan membuat kita sakit serta berdampak buruk bagi kesehatan, tentunya kita harus berobat dengan menggunakan cara medis. Berikut beberapa cara pengobatan medis yang di lakukan untuk penderita insomnia, seperti :

  • Menggunakan pil tidur yang di resepkan oleh dokter
  • antidepresan
  • antihistamin
  • melatonin
  • Ramelteon
  • Valerian officinalis.
Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *