Penyebab Munculnya Jerawat Serta Cara Pengobatannya

Menurut American Academy of Dermatology, jerawat merupakan bencana bagi sekitar 85 persen bagi kalangan remaja. Sementara sebagian kalangan remaja ini lebih memilih krim, pil dan pengobatan alternatif yang tersedia untuk mengatasi jerawatnya.

Ahli dermatologis menganggap komedo, benjolan merah dan kista semua dihitung sebagai jerawat. Jika mengacu pada definisi ini, American Academy of Dermatology memperkirakan 40 hingga 50 juta orang Amerika memiliki jerawat. Setiap orang bisa mengalami jerawatan, namun lebih banyak dialami oleh kalangan remaja.. “Jika anda memilikinya, anda tidak sendirian,” kata Dr Mathew Avram, direktur Massachusetts General Hospital Dermatologi Laser dan Kosmetik Center di Boston.

Kebanyakan dokter berpikir jerawat muncul karena berlebihannya produksi minyak alami dalam kulit, sel kulit mati, peradangan dan penumpukan bakteri, kata Avram. Namun menurut American Academy of Dermatology penyebab timbulnya jerawat masih menjadi misteri.

Bagaimana terbentuknya jerawat?

Bakteri yang ditemukan pada kulit semua orang yang disebut P. acnes dapat berkembang dalam minyak yang berlebih, menyebabkan kulit menjadi meradang dan menciptakan jerawat, menurut Mayo Clinic. Semua jerawat dimulai dari dalam pori pori, yang merupakan sebuah lubang di kulit di sekitar folikel rambut. Kelenjar keringat di bagian bawah pori-pori biasanya menghasilkan minyak, tetapi untuk alasan yang besar masih belum jelas oleh dokter, kadang-kadang pendapat lain yaitu seperti terlalu banyak minyak yang diproduksi. Jika berlebihan kulit mati di daerah permukaan kulit, ini akan menyebabkan komedo atau whitehead.

Mengapa beberapa orang memiliki jerawat?

“Ada mitos bahwa coklat bisa menyebabkan jerawat, menurutku itu benar benar salah” kata Dr Margaret Parsons, seorang rekan dari American Academy of Dermatology. “bagiku, stress yang membuatmu menginginkan coklatlah yang menyebabkan jerawat.” Parson mengungkapkan bahwa penelitian telah gagal dalam menunjukan hubungan antara makanan dan jerawat. Sebaliknya, penelitian menunjukkan adanya stres, hormon dan genetika semua dapat meningkatkan risiko untuk menimbulkan jerawat. Karena penyebab jerawat begitu jelas, dokter cenderung meresepkan perawatan berdasarkan pada tingkat keparahan pada jerawat itu sendiri.

Perawatan jerawat baru

Dalam lima tahun terakhir, banyak dokter yang beralih dengan menggunakan cahaya untuk menyingkirkan jerawat.
“Jika sinar cahayanya biru , itu akan menyebabkan reaksi, dan akan menghancurkan bakteri. Ini sudah cukup populer. Terapi cahaya, juga disebut terapi photodynamic, perawatan dalam dua atau tiga sesi seminggu itu akan membuat jerawat bisa teratasi, beberapa pasien dengan penderita jerawat yang lebih parah biasanya akan mengalami perawatan berbulan bulan.

Perawatan jerawat standar

Untuk jerawat ringan sampai sedang, kebanyakan dokter menyarankan mencoba pengobatan rumah atau dengan obat jerawat biasa, sebelum berkonsultasi ke dokter kulit. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa gel penghilang jerawat yang mengandung 5 persen minyak dari pohon teh dapat menjadi pilihan pengobatan yang efektif untuk jerawat ringan sampai sedang. Tapi cara pertama pengobatan yaitu dengan mencuci wajah anda dengan air hangat dan dengan pembersih ringan dua kali sehari. Terlalu banyak menggosok pada bagian wajah atau menggunakan pembersih yang keras itu hanya akan mengiritasi kulit, dan bisa membuat masalah lebih buruk.

Parsons mengatakan ia memberi saran kepada pasiennya untuk tidak memecahkan atau mengganggu jerawat yang sudah terlihat matang, karena itu hanya akan meningkatkan peradangan. Dengan menghindari pelembab berminyak dan tabir surya juga bisa mencegah timbulnya jerawat. Menurut National Institutes of Health, Produk berlabel “non-comedogenic” telah terbukti bisa menyebabkan jerawat. Namun, jerawat yang parah dengan tidak melakukan pengobatan berjalan bisa melukai kulit dan memperburuk keadaan jerawat.

Saran seputar jerawat untuk anak-anak dan orang dewasa

Jika anda memiliki bekas luka jerawat itu saat yang tepat anda melakukan konsultasi dengan dokter kulit. Dermatologists dan dokter spesialis akan meresepkan perawatan jerawat yang bekerja dengan mengurangi produksi minyak, mempercepat pergantian sel kulit, melawan bakteri dan mengurangi peradangan, menurut. Jerawat ringan yang tidak membaik dapat diobati dengan krim topikal atau antibiotik yang dapat mengatasi secara langsung jerawat yang baru muncul.
Jika perawatan standar gagal, beberapa pasien dengan jerawat parah mungkin mencoba dengan obat bernama Accutane. Obat sendiri akan membawa risiko cacat lahir dan efek samping lainnya yang berdampak buruk bagi tubuh. Pasien dengan penggunaan obat harus menyerahkan tes darah, tes kehamilan dan sering mengunjungi dokter.

Tapi Avram mengatakan hal yang paling penting bagi pasien dengan penderita jerawat yang perlu diingat adalah bahwa pengobatan membutuhkan waktu, dan kulit mereka mungkin akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik. Sebagian besar pengobatan tidak akan bekerja selama 6-8 minggu. Tapi terus mencoba bahkan jika pengobatan pertama tidak berhasil. Ada banyak pilihan pengobatan yang tersedia di luar sana yang bisa kita gunakan untuk mengatasi masalah jerawat pada wajah kita.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *