Pneumonia: Penyebab, Gejala dan Perawatan

Pneumonia adalah adanya infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. Hal ini bisa ditandai terutama oleh peradangan pada alveoli di paru-paru atau alveoli yang diisi dengan cairan (alveoli ini adalah kantung mikroskopis di paru-paru yang berfungsi menyerap oksigen).

Pada saat kondisi yang sangat serius, pneumonia bisa membuat seseorang menjadi sakit atau bahkan menyebabkan kematian. Meskipun penyakit ini dapat terjadi pada orang muda dan pada orang yang sehat, hal ini sangat berbahaya untuk orang dewasa yang lebih tua, bayi, dan orang-orang dengan penyakit lain atau sistem kekebalan tubuh yang terganggu. Di Amerika Serikat, lebih dari 3 juta orang menderita pneumonia dan bertambah setiap tahunnya, dan sekitar 17% penerimaan pasien yang di rawat di rumah sakit. Kebanyakan orang dengan penyakit pneumonia bisa pulih dengan cepat, namun sekitar 5% orang yang mederita penyakit ini menjadi parah dan meninggal.

Apa yang menyebabkan pneumonia?

Bakteri dan virus adalah penyebab utama pneumonia. Ketika seseorang bernafas, kuman penyebab pneumonia dapat masuk ke paru-paru dengan sistem kekebalan tubuh yang tidak dapat menangkal datangnya virus ini, organisme lain bisa saja menetap di kantung-kantung udara yang kecil ini disebut alveoli dan terus mengalami perkembang biakan. Sebagian tubuh akan mengirim sel-sel darah putih untuk menyerang infeksi pada daerah yang sudah terserang virus tersebut, ini yang menyebabkan kantung kantung tersebut menimbulkan nanah serta cairan.

Berikut beberapa penyebab pneumonia

Streptococcus pneumoniae adalah penyebab paling umum pneumonia bakteri. Orang yang menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau kecanduan alkohol yang paling sering mendapatkan pneumonia dari Klebsiella pneumoniae dan Hemophilus influenzae. Adapun enis lain dari bakteria pneumonia yaitu neumocystis carinii adalah bentuk pneumonia yang biasanya mempengaruhi kedua paru-paru dan ditemukan pada pasien dengan sistem kekebalan yang lemah atau dikompromikan dari kondisi seperti kanker dan HIV / AIDS dan mereka yang dirawat dengan TNF (tumor necrosis factor) untuk rheumatoid arthritis.

Viral pneumonia adalah pneumonia virus yang tidak biasanya merespon pengobatan antibiotik (berbeda dengan pneumonia bakterial). Adenovirus, rhinovirus, virus influenza (flu), respiratory syncytial virus (RSV), dan virus parainfluenza. semua virus tersebut berpotensi menyenyebabkan radang paru-paru.

Jamur pneumonia Histoplasmosis, coccidiomycosis, blastomycosis, aspergillosis, dan kriptokokosis adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan pneumonia jamur. jenis pneumonia yang relatif jarang terjadi di Amerika Serikat.

Nosokomial adalah Organisme yang telah terkena antibiotik yang sangat kuat dan telah mengembangkan resistensi yang disebut organisme nosokomial. Jika mereka memasuki paru-paru, seseorang dapat mengembangkan virus pneumonia nosokomial. bakteri resisten sering ditemukan di rumah panti jompo dan rumah sakit. Contohnya adalah MRSA, atau Methicillin-Resistant Staph Aureus, yang dapat menyebabkan infeksi pada bagian kulit serta pneumonia. Demikian pula, wabah H5N1 influenza (flu burung) virus dan sindrom pernapasan akut parah (SARS) telah mengakibatkan infeksi pneumonia yang serius. Antraks, wabah, dan tularemia juga dapat menyebabkan pneumonia, namun kejadian ini jarang sekali terjadi.

Apa saja gejala pneumonia?

Gejala pneumonia yang disebabkan oleh bakteri biasanya datang lebih cepat dari pneumonia yang disebabkan oleh virus. Orang tua dan anak-anak kecil bisa saja mungki lebih mengalami gejala gejala yang lebihringan. Kebanyakan orang dengan pneumonia dimulai dengan gejala pilek dan flu dan kemudian  demam tinggi, rasa menggigil, dan batuk yang di sertai dahak. Meskipun gejala dapat bermacam macam  tergantung pada kondisi yang di alami si penderita.

Berikut gejala gejala umum yang terjadi pada penderita pneumonia :

  • Batuk
  • Rusty atau hijau lendir (dahak) batuk dari paru-paru
  • Demam
  • bernapas cepat dan sesak napas
  • menggigil
  • nyeri dada yang biasanya memburuk ketika mengambil napas dalam-dalam (nyeri pleuritik)
  • detak jantung cepat
  • Kelelahan dan merasa sangat lemah
  • mual dan muntah
  • Diare
  • berkeringat
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kebingungan atau delirium
  • Dusky atau keunguan warna kulit (sianosis) dari darah buruk oksigen.

Bagaimana pneumonia diobati?

Perawatan Pneumonia tergantung pada jenis pneumonia dan keparahan gejala yang terjadi. Pneumonia bakterial biasanya diobati dengan antibiotik, sedangkan pneumonia virus diperlakukan dengan beristirahat dan meminum cukup banyak cairan, sedangkan pneumonia jamur biasanya diobati dengan obat antijamur.

Penggunaan yang berlebih pada obat juga sering diresepkan untuk mengelola gejala pneumonia. Ini termasuk pengobatan untuk mengurangi demam, mengurangi sakit dan nyeri, dan menekan batuk. Selain itu, sangat  penting juga untuk mendapatkan banyak istirahat dan tidur. Rawat inap untuk pneumonia mungkin diperlukan jika gejala yang terjadi sudah sangat buruk atau pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau penyakit serius yang di alami lainnya. Di rumah sakit, pasien pada umumnya diobati dengan antibiotik intravena dan mungkin memakai oksigen.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+2Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *