Sering Mengalami Gangguan Tidur? Berikut Ini jenis-Jenisnya

Banyak dari kita yang mempunyai masalah dengan waktu tidur yang selalu terganggu, sehingga kualitas tidur pun menjadi buruk dan menimbulkan efek buruk terhadap aktivitas apa saja yang kita lakukan dalam sehari penuh, seperti selalu menguap, kondisi tubuh yang mudah lemas dan tidak bergairah serta tubuh kita pun menjadi lebih mudah terserang penyakit.

Karena waktu tidur yang terganggu akan membuat sistem kekebalan tubuh kita menjadi menurun. Kita bisa mengatasi kondisi susah tidur dan sistem kekebalan tubuh yang lemah dengan buah kiwi, yang secara efektif akan membuat tubuh kita akan kembali sehat dan terjaga.

Gangguan tidur ini sudah diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama yaitu:

Kurang tidur

Insomnia adalah ketidakmampuan kita untuk mempunyai waktu tidur dengan tepat dan merupakan permasalahan tidur yang umum yang dialami oleh banyak orang. Ketika kondisi ini terjadi, orang cenderung akan merasa cepat lelah dan sering khawatir. Akibatnya, insomnia ini sering mengganggu aktivitas sehari-hari si penderita.

Insomnia ini dapat hasil dari beberapa kebiasaan seperti berikut ini:

  • diet (misalnya, asupan kafein atau alkohol)
  • kesulitan mengontrol emosional
  • seperti merasa tertekan dengan situasi
  • penyakit yang sudah ada
  • faktor lainnya

Kurang tidur bukan merupakan gejala yang serius, akan tetapi itu hanya menunjukan kondisi seseorang yang belum cukup tidur. Tidur yang tidak cukup dapat mempengaruhi penilaian, reaksi, koordinasi antara tangan dan mata, memori, dan menurunnya kualitas hidup kita. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa kurang tidur juga dapat merusak sistem kekebalan tubuh.

Gangguan tidur

Sleep apnea atau yang biasa kita sebut sebagai gangguan tidur ini terjadinya karena adanya gangguan pada sistem pernafasan saat tidur. Ini biasanya terjadi karena masalah sistem pernafasan di tenggorokan ataupun adanya masalah yang menunjukkan kelainan neurologis yang melibatkan sel-sel saraf (neuron). Kondisi ini, disebut Obstruktif Sleep Apnea (OSA), yang membuat saluran udara di batang tenggorokan tertutup dan menghasilkan suara keras atau mendengkur. Ketika ini terjadi, otak akan cepat bereaksi terhadap kurangnya pasoka oksigen secara mendadak, otot menjadi tegang, dan tenggorokan pun terbuka. Keadaan bagian hidung yang sempit, amandel yang mulai membesar, obesitas, kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol sampai penggunaan obat-obatan penenang juga dapat berkontribusi untuk terjadinya kondisi apnea tidur. Selain itu, setiap kali tenggorokan menutup, otak pun akan mulai kekurangan pasokan oksigennya. Kurangnya oksigen yang masuk ke otak akhirnya dapat menyebabkan sakit kepala ketika kita bangun serta menurunya fungsi mental dan orang yang memiliki apnea tidur berada pada peningkatan risiko timbulnya penyakit jantung dan stroke.

REM gangguan perilaku tidur ini menyebabkan gangguan di otak selama tidur REM. Selama REM (yaitu, fase di saat bermimpi), luas batang otak yang disebut pons akan mengirimkan sinyal ke korteks serebral, yang merupakan daerah otak yang bertanggung jawab untuk berpikir dan mengatur informasi. Pons juga mengirim sinyal ke otot-otot dalam tubuh selama REM itu terjadi yang menyebabkan salah satu jenis kelumpuhan pada jajringan otak sementara.

Restless Legs Lyndrome (RLS) dan Periodic Limb Movement Disorder (PLMD) adalah gangguan tidur umum yang terjadi pada orang tua. RLS adalah kelainan genetik yang mengakibatkan sensasi seperti kesemutan di bagian kaki yang menyebabkan seseorang tersebut ingin menggerakkan kaki mereka dan sering mengakibatkan insomnia. PLMD juga menyebabkan menyentak pada bagian kaki atau lengan yang sering terjadi selama beristirahat atau tidur dan keadaan menyentak ini dapat terjadi sebanyak 3 kali dalam satu menit.

Waktu tidur yang berlebihan

Narkolepsi adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang tertidur diluar batas kontrol sepanjang hari. Masalah tidur ini dapat terjadi kapan saja, bahkan saat seseorang tersebut terlibat dalam suatu kegiatan tertentu pun akan mengalaminya. Selama tidur, narcoleptics memiliki pola tidur yang abnormal dengan memasuki tidur REM prematur tanpa melalui urutan pada tahap normal dalam waktu tidur.

Cataplexy adalah kelemahan atau kelumpuhan pada bagian jaringan otot-otot. Pada orang penderita narkolepsi, kondisi ini biasanya dipicu oleh kelelahan dan emosi yang secara terus-menerus, keadaan dimana seseorang tersebut tiba-tiba tertawa atau marah.

Kelumpuhan tidur adalah ketidakmampuan untuk memindahkan lengan, kaki, atau seluruh tubuh yang terjadi ketika seseorang berada dalam kondisi tidur. Ini biasanya berlangsung dalam waktu yang sangat singkat. Orang yang mengalami kelumpuhan saat tidur mungkin akan membuat kondisinya menjadi sangat cemas.

Halusinasi hypnagogic atau mimpi pra-tidur, yang halusinasi mimpi-seperti yang terjadi dalam transisi antara terjaga dan menjadi tertidur. Seringkali seseorang tersebut bermimpi dengan kondisi yang seperti sangat nyata, atau banyak orang mengalaminya dengan kondisi mimpi yang menakutkan.

Untuk itu kita harus menjaga kesehatan yang dimulai dari mengatur pola makan yang baik dan mengetahui bagaimana waktu tidur yang baik dan cukup untuk tubuh kita ini, agar kita pun bisa terhindar dari kondisi buruk yang dapat mengancam kesehatan kita.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *