Tag Archives: demam

Gejala HIV/AIDS Yang Harus Anda Ketahui

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome atau Acquired immunodeficiency Syndrome) adalah sindrom yang disebabkan oleh virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit tersebut dapat mengubah sistem kekebalan tubuh yang akhirnya akan membuat orang lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Lihat juga beberapa tanda anda positif terkena HIV!

HIV ditemukan dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi (air mani dan cairan vagina, darah dan ASI). Virus ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah dan kontak seksual. Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi dapat menularkan HIV kepada bayinya selama kehamilan, melahirkan dan menyusui. HIV dapat ditularkan dalam berbagai cara, seperti vagina, oral seks, anal seks, transfusi darah, dan jarum suntik yang terkontaminasi. Saat ini tidak belum ditemukan sejenis obat-obatan yang dapat menyembuhkan HIV atau AIDS.

HIV adalah virus yang menyerang T-sel dalam sistem kekebalan tubuh. AIDS adalah sindrom yang muncul dalam stadium lanjut karena infeksi HIV. HIV adalah virus. AIDS adalah suatu kondisi medis. Infeksi HIV tersebut dapat menyebabkan perkembangan AIDS. Tes HIV dapat mengidentifikasi infeksi pada tahap awal. Hal ini memungkinkan pasien untuk menggunakan profilaksis (pencegahan) obat yang akan memperlambat tingkat di mana virus mulai berkembang, sehingga menunda timbulnya AIDS. Ini dia beberapa mitos atau pernyatataan yang di ketahui oleh banyak orang mengenai cara penularaan HIV atau AIDS, karena pada dasarnya virus tersebut TIDAK BISA ditularkan dari:

  • berjabat tangan
  • memeluk
  • berciuman
  • bersin
  • adanya kontak kulit
  • menggunakan toilet yang sama
  • berbagi handuk
  • berbagi alat makan
  • atau bentuk lain dari kontak biasa

Gejala HIV dan AIDS

Untuk sebagian besar, gejala HIV tersebut dihasilkan oleh adanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan parasit. Kondisi ini biasanya tidak terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat, yang dapat melindungi tubuh terhadap infeksi. Lihat juga beberapa makanan terbaik untuk kesehatan jantung!

  • Gejala infeksi HIV awal

Banyak orang yang menderita HIV biasanya tidak memiliki gejala selama beberapa tahun pada awalnya. Namun, orang lain yang mempunyai gejala biasanya akan menderita penyakit seperti halnya flu berat yang terjadi dari dua sampai enam minggu setelah penangkapan virus. Gejala bisa bertahan hingga empat minggu. Gejala infeksi HIV awal seperti:

  • demam
  • panas dingin
  • nyeri sendi
  • sakit otot
  • sakit tenggorokan
  • berkeringat (terutama pada malam hari)
  • pembesaran kelenjar
  • ruam merah
  • kelelahan
  • kelemahan
  • penurunan berat badan
  • Infeksi HIV asimtomatik

Dalam banyak kasus, setelah gejala awal menghilang, maka giliran seluruh jumlah virus tersebut yang akan berfungsi untuk merusak seluruh jaringan tubuh dari sistem kekebalan tubuh kita. Proses ini dapat memakan waktu hingga 10 tahun. Orang yang terinfeksi akan mengalami gejala, namun akan terlihat seperti baik-baik saja bahkan terlihat seperti orang sehat pada biasanya. Lihat juga cara dan rencana terbaik untuk berhenti merokok!

  • Infeksi HIV stadium

Jika tidak diobati, virus HIV melemahkan kemampuan bagian tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi, yang memungkinkan seseorang menjadi lebih rentan terhadap serangan infeksi atau penyakit lainnya yang lebih serius. Tahap ini infeksi dikenal sebagai AIDS. Gejala infeksi HIV stadium ini seperti:

  • penglihatan kabur
  • diare, yang biasanya persisten atau kronis
  • batuk kering
  • demam 37C di atas (100F) berlangsung selama berminggu-minggu
  • keringat malam
  • kelelahan permanen
  • sesak napas
  • pembengkakan kelenjar berlangsung selama berminggu-minggu
  • penurunan berat badan
  • bintik-bintik putih di lidah atau mulut

Selama infeksi HIV stadium, risiko pengembangan penyakit yang mengancam jiwa kemungkinan dapat terjadi lebih besar, seperti:

  • esophagitis (peradangan selaput ujung bawah kerongkongan)
  • infeksi pada sistem saraf (meningitis aseptik akut, subakut ensefalitis, neuropati perifer)
  • pneumonia
  • beberapa jenis kanker, seperti sarkoma kaposi, kanker serviks invasif, kanker paru-paru, karsinoma rektum, karsinoma hepatoseluler, kanker kepala dan leher, kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma
  • toksoplasmosis (penyakit yang disebabkan oleh parasit yang menginfeksi otak. Hal ini juga dapat menyebabkan penyakit pada mata dan paru-paru)
  • TBC

Belum ditemukannya pengobatan untuk jenis penyakit berat ini menyebabkan beberapa penderita mengalami kesulitan untuk bertahan hidup atau hanya sekedar untuk berobat demi kenyamanan hidupnya. Kini sudah ada pengobatan yang sangat luar biasa yang telah memberikan banyak bukti bukan janji di media sosial semata saja, karena obat dari GREEN WORLD ini akan membantu anda yang menderita penyakit HIV/AIDS untuk sembuh secara keseluruhan tanpa khawatir akan kambuh kembali yaitu dengan GREEN WORLD SUPER NUTRITION. Kita menjamin penyembuhan HIV/AIDS dengan pengobatan herbal ini karena memang sudah terbukti akan khasiat dan janjinya, yang terpenting herbal ini tidak menimbulkan efek samping ataupun ketergantungan pada si pemakai.

19 Jan 2017

Gastroenteritis Bakteri – Gejala, Penyebab Dan Cara Mencegah

Mengkonsumsi makanan yang tidak matak, disimpan terlalu lama ditempat terbuka atau tidak dimasak terlebih dahulu dapat menyebabkan gastroenteritis bakteri atau juga dikenal sebagai keracunan makanan. Gejala umum yang dapat terjadi yaitu seperti mual, muntah, dan diare. Tidak hanya itu, ada juga makanan penyebab diare selain makanan yang mengandung bakteri yang menyebabkan gastroentetitis. Makanan yang mengandung tinggi air dan tinggi akan kandungan kaliumnya ternyata dapat membantu gejala ringan yang ditimbulkan. Gastroenteritis bakteri terjadi ketika bakteri tersebut menyebabkan infeksi dibagian usus. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya peradangan pada lambung dan usus.

Gejala gastroenteritis bakteri

Gejala gastroenteritis bakteri ini sangatlah bervariasi tergantung pada bakteri penyebab infeksi ditubuh kita. Gejalanya tersebut seperti:

  • kehilangan selera makan
  • mual dan muntah
  • diare
  • nyeri perut dan kram
  • darah dalam tinja
  • demam

Penyebab gastroenteritis bakteri

Banyak jenis bakteri yang dapat menyebabkan gastroenteritis ini, termasuk:

  • yersinia, ditemukan di babi
  • staphylococcus, ditemukan dalam produk susu, daging, dan telur
  • shigella, ditemukan dalam air (sering kolam renang)
  • salmonella, yang ditemukan dalam daging, produk susu, dan telur
  • campylobacter, ditemukan dalam daging dan unggas
  • e. coli, ditemukan dalam daging sapi dan salad

Wabah penyebaran gastroenteritis bakteri ini dapat terjadi ketika dalam sebuah restoran yang melayani makanan kepada setiap orang yang sudah terkontaminasi melalui banyak orang. Gastroenteritis bakteri dapat dengan mudah menular dari orang ke orang jika tangan seseorang sudah terkontaminasi dengan bakteri tersebut. Setiap kali, seseorang dapat dengan mudah saja terinfeksi dengan bakteri ini memalui sentuhan terhadap makanan, benda, atau orang lain, yang akhirnya beresiko juga untuk menyebarkan infeksi kepada orang lain.

Bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi di dalam tubuh kita sendiri jika kita menyentuh mata, mulut, atau bagian terbuka lainnya dari tubuh kita melalui kontak tangan yang sudah terkena bakteri. Kita harus bisa untuk menjaga asupan makanan yang baik agar sistem pencernaan pun menjadi sehat, terutama dengan buah anggur yang dapat meningkat sistem pencernaan kita. Kita bisa menjadi sangat beresiko terhadap infeksi bakteri tersebut jika kita berada ditempat yang ramai. Sering mencuci tangan dan menggunakan sabun pembersih lebih dari 60 persen alkohol dapat membantu kita untuk menghindari infeksi dari orang-orang di sekitar kita.

Faktor risiko bakteri gastroenteritis

Jika kita memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena kondisi atau pengobatan yang dilakukan, bisa saja kita memiliki risiko lebih tinggi terhadap gastroenteritis bakteri. Risiko ini juga dapat meningkat jika kita menggunakan obat-obatan untuk menurunkan asam lambung. Penanganan makanan yang tidak benar juga dapat meningkatkan risiko terkumpulnya bakteri gastroenteritis. Makanan yang matang pun jika disimpan terlalu lama pada tempat terbuka atau tidak dipanaskan dengan baik dapat membantu dalam penyebaran dan perkembangan hidup bakteri. Bakteri dapat menghasilkan zat-zat berbahaya yang dikenal sebagai racun. Racun ini tidak bisa dihilangkan sekalipun dengan proses pematangan makanan kembali.

Infeksi bakteri gastroenteritis ini jarang menimbulkan komplikasi pada orang dewasa yang sehat dan biasanya berlangsung kurang dari seminggu. Orang dewasa yang lebih tua atau kalangan anak-anak lebih rentan terhadap gejala gastroenteritis dan berada pada risiko tinggi untuk menimbulkan masalah komplikasi. Komplikasi dari infeksi tersebut meliputi demam tinggi, nyeri otot, dan ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar. Beberapa infeksi bakteri dapat menyebabkan gagal ginjal, perdarahan di saluran usus dan anemia. Beberapa infeksi berat yang tidak diobati dengan cepat dan tepat dapat menyebabkan kerusakan otak dan kematian.

Mencegah gastroenteritis bakteri

Jika kita sudah memiliki penyakit gastroenteritis, kita harus bisa untuk mengambil tindakan pencegahan utama untuk menghindari penyebaran bakteri kepada orang lain. Selalu mencuci tangan setelah menggunakan toilet dan sebelum memegang makanan. Menghindari kontak dekat dengan orang lain selama kita dalam keadaan sakit. Kita juga dapat membantu mencegah infeksi bakteri gastroenteritis dengan menghindari susu yang tidak dipasteurisasi, daging mentah, atau kerang mentah. Mencuci salad dan sayuran secara menyeluruh dan bersih. Pastikan untuk menyimpan makanan pada suhu yang sangat panas atau pada suhu sangat dingin jika kita menyimpan makanan tersebut selama lebih dari beberapa jam.
Langkah-langkah pencegahan lainnya termasuk:

  • menjaga dapur dengan bersih
  • mencuci tangan setelah menggunakan toilet, sebelum mengolah atau menghidangkan makanan yang berbeda, setelah menyentuh hewan, dan sebelum makan
  • minum air kemasan saat bepergian ke luar negeri dan mendapatkan vaksin yang sudah dianjurkan

Ternyata, tidak hanya bakteri penyebab gastroenteritis saja yang dapat menyebabkan timbulnya masalah pencernaan dalam perut kita, akan tetapi ada beberapa jenis bakteri juga yang bersarang dalam tubuh kita, tentunya tidak hanya bakteri yang merugikan saja, akan tetapi ada juga loh bakteri yang dapat menguntungkan.

26 Oct 2016

Beberapa Komplikasi Dan Masalah Kesehatan Yang Diakibatkan Oleh Cedera Otak

Banyak masalah medis yang mungkin dapat timbul selama perawatan di rumah sakit dari seseorang yang mengalami cedera pada bagian otaknya. Artikel ini akan membahas beberapa komplikasi yang sering ditemui yang diakibatkan oleh masalah cedera pada otak. Otak sehat dan cerdas gunakan BRAIN CARE CAPSULE, suplemen sehat alami dari pengobatan herbal terpercaya!

Demam dan infeksi

Infeksi merupakan kondisi yang sangat umum setelah terjadinya cedera otak dan demam lah menjadi bukti utama bahwa seseorang tersebut telah terkena infeksi. Bagian tubuh yang paling umum terinfeksi yaitu bagian paru-paru (pneumonia) dan kandung kemih. Kondisi selain infeksi yang menjadi penyebab demam yaitu seperti pembekuan darah dan tulang heterotopic.

Darah menggumpal (Deep Venous Thrombosis)

Kondisi ini mengacu pada bekuan darah yang biasanya terjadi dibagian kaki. Gumpalan ini sangat umum terjadi pada orang yang mengalami cedera otak dan terjadi pada sekitar 40 persen pasien. Gumpalan ini dapat menghentikan peredaran darah dalam pembuluh darah kaki yang akan melakukan perjalanan ke paru-paru dan dapat menyebabkan gangguan aliran darah sampai beresiko tinggi terhadap kematian.

Kejang (Epilepsi)

Resiko mengalami kejang-kejang ini masih tergantung pada jenis cederanya. Pada orang dengan cedera kepala tertutup, sekitar lima persen akan mengalami kejang-kejang. Pada mereka yang mengalami cedera penetrasi, persentasenya bisa mendekati 50 persen. Kejang terjadi ketika bagian dari otak tiba-tiba aktif dengan sendiri. Gejala kejang ini masih tergantung pada daerah otak mana yang terlibat. Misalnya, jika area dari otak tertentu yang mengontrol gerakan lengan aktif dengan sendirinya, kejang pun akan terjadi namun dalam sebatas keadaan tangan yang berkedut atau gemetar.

Hidrosefalus

Kondisi ini terjadi ketika ada produksi cairan dalam ruang berongga dari otak yang dikenal sebagai ventrikel. Cairan ekstra ini dapat memeras segala gejala-gejala yang berada didalam otak. Gejala tersebut tidak sangat spesifik, namun, seringkali, tanda-tanda pertamanya yaitu perubahan secara lambat dalam tingkat gairah pasien dengan cara memperlambat proses pemulihannya.

Pengerasan heterotopic

Hal ini mengacu pada pembentukan tulang berlebih dalam tubuh. Tulang tambahan paling sering terbentuk dibagian sendi-sendi besar dari tubuh seperti pinggul atau bahu. Hal ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, peradangan dan pengetatan pada sendi. Tidak ada yang tahu pasti mengapa orang yang mengalami cedera otak dapat mengembangkan pembentukan tulang heterotopic ini. Jika dokter sudah mulai mencurigai kondisi tersebut, maka dengan segera dokter pun akan melakukan beberapa tes yang bertujuan untuk membantu proses diagnosis tersebut. Tes ini tidak hanya meliputi x-ray saja, tetapi dilakukannya tes lain seperti bone scan.

Patah tulang dan cedera saraf

Karena kebanyakan orang dengan cedera otak mengalami kondisi trauma, seperti tabrakan mobil, tentunya mereka cenderung memiliki luka lain yang terdapat dibagian tubuh lainnya juga. Sekitar 30 persen orang dengan cedera otak memiliki patah tulang dan cedera saraf pada lengan dan kaki. Kadang-kadang, cedera ini belum dapat ditemukan sampai orang tersebut melakukan proses rehabilitasi. Selain itu, banyak dari penderita patah tulang dan cedera saraf ini yang sangat sulit untuk didiagnosis ketika seseorang sedang mengalami koma.

Tekanan darah tinggi (Hipertensi)

Kurang dari 10 persen orang akan memiliki kondisi tekanan darah yang tinggi setelah mengalami cedera otak. Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya kerusakan pada bagian otak yang berfungsi untuk mengontrol tekanan darah.

Spastisitas

Ini adalah salah satu masalah yang paling umum yang dihadapi oleh orang-orang yang mengalami cedera otak. Dalam situasi ini, otot-otot bagian tubuh tertentu akan menjadi tegang, karena otot-otot tersebut tidak dapat sepenuhnya bekerja dengan rileks.

Sebenarnya masalah lain pun dapat terjadi jika ada keselahan dalam penanganan maupun kondisi seseorang yang sudah semakin parah, karena otak merupakan pusat utama dari saraf di tubuh kita dan menjadi pengendali utama juga terhadap respon gerakan yang dilakukan tubuh kita. Akan tetapi, kita juga harus merawat dan menjaga otak kita dengan asupan makanan yang mengandung gizi cukup, ini bertujuan untuk mencegah timbulnya beberapa penyakit yang bisa menyerang bagian memori otak kita seperti gangguan demensia. Sepertinya kebiasaan lain yang tanpa kita sadari pun bisa menjadi penyebab dari kerusakan otak seperti halnya menonton video porno, tanpa kita ketahui justru hal ini akan membuat beberapa sel dalam otak kita menjadi rusak.

Banyaknya beberapa masalah gangguan otak yang sebenarnya perlu kita ketahui, agar kita pun lebih berhati-hati terhadap beberapa hal yang menjadi penyebab rusaknya otak kita dan menurunnya daya ingat kita sebelum batas waktu usia tertentu. Untuk itu kita seharusnya berani memulai gaya hidup yang sehat dengan memilih makanan yang bergizi dan di barengi dengan olahraga teratur, sebenarnya juga hal sehari-hari seperti melakukan aktivitas bermain video games atau tebak kata akan membantu meningkatkan kualitas daya ingat otak kita.

28 Sep 2016

Mengenal Lebih Jauh Seputar Sistem Imun/Kekebalan Tubuh Kita

Pasien yang melakukan pengobatan ke rumah sakit kebanyakan merekalah yang mempunyai kekebalan atau sistem imun yang rendah. Kebanyakan penderita ini mengalami sakit pada tenggorokan dan mengalami flu berat. Penyebab utama perusak sistem kekebalan tubuh ialah rendahnya sistem imun yang tubuh kita miliki karena terdapat senyawa yang ada di badan yang normalnya dibatasi di area tertentu yang di lepaskan ke aliran dalam darah, perubahan senyawa normal tertentu, dan adanya sel yang mengontrol produksi antibodi.

Jika keadaan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan dll terjadi di sepanjang malam, kita dapat menggunakan beberapa obat-obatan medis ataupun tradisional untuk meredakan keadaan seperti, aspirin, lemon, madu, cengkeh, dan anggur. Kita harus mengetahui bagaimana menjaga serta merawat diri ketika sakit.

Makanan yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Satu hal yang sangat baik harus kita pelajari adalah bagaimana kita memanipulasi suhu internal keadaan tubuh kita dengan asupan makanan. Dengan cara ini kita bisa mengurangi keadaan demam, karena masuknya asupan makanan yang bergizi untuk memenuhi nutrisi dalam tubuh. Kita seharusnya mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral, yang di harapkan untuk bisa memenuhi asupan makanan yang cukup protein dalam tubuh dan tentunya akan meningkatkan daya tahan tubuh kita. Dengan seperti ini di harapkan agar tubuh kita tidak dengan mudah terserang oleh radikal bebas yang akan melemahkan tubuh kita.

Dapatkah sistem kekebalan tubuh yang rendah diuji

Sistem kekebalan tubuh dijaga oleh sel-sel darah putih yang banyak serta menyebar ke seluruh bagian tubuh. Mereka ini di ibaratkan tentara kita sendiri yang akan menjaga tubuh kita dari berbagai penyakit serta akan diaktifkan ketika bakteri atau virus mulai memasuki tubuh kita.

Kita sudah mengetahui dari berbagai jenis penelitian medis tentang kasus dalam sitem kekebalan tubuh yang rendah di karenakan sel darah putih yang rendah. Jadi kita bisa dengan mudah menguji apakah kita mempunyai sistem kekebalan tubuh yang rendah atau kuat, cukup melakukannya dengan berada dalam cuaca dingin, jika kita merasakan reaksi tubuh, sudah muncul seperti bersin-bersin, sudah di pastikan bahwa tubuh kita ini memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Demam merupakan tanda awal rendahnya sistem kekebalan tubuh kita

Kita belum sepenuhnya dapat memahami apa penyebab utama sistem kekebalan tubuh kita dapat menurun. Kita sudah sepatutnya menyadari bahwa menderita gejala seperti demam, nyeri, dan pilek yang sebenarnya merupakan reaksi dari menurunya sistem kekebalan tubuh. Ini adalah tanda-tanda bahwa sistem kekebalan tubuh telah di rancang khusus untuk melawan radikal bebas dan ini merupakan cara tubuh untuk menghancurkan dan menghilangkan virus dan bakteri.

Demam dapat meningkatkan pembentukan getah bening dalam sirkulasi darah sehingga meningkatkan kemungkinan virus atau bakteri menyerang sel darah putih. Nyeri merupakan efek akhir dalam setiap terjadinya peradangan atau dengan kata lain adanya aktivasi dari sistem kekebalan tubuh.

Apakah kita memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat atau lemah ?

Kita sering mengamati berbagai reaksi dari sistem kekebalan tubuh yang kuat pada anak-anak maupun orang dewasa, karena seseorang akan menderita demam jika keadaan tubuh mereka sudah terserang bakteri walaupun hanya dengan polusi udara yang sebentar mereka hirup. Demam ringan dengan gejala yang lama pasca infeksi, di sisi lain akan mudah sering terlihat pada orang dewasa. Demam ringan merupakan ciri dari reaksi yang khas di timbulkan ketika seseorang mulai merasa tidak enak badan, yang di karenakan sistem kekebalan tubuh tidak bekerja dengan fungsi yang baik sebagai perangsang radikal bebas.

Membuat sistem kekebalan tubuh agar lebih kuat

Sekarang kita tahu bahwa demam, pilek atau tidak enak badan merupakan cara kerja dari sistem kekebalan tubuh dan kita harus mendorong reaksi tersebut agar menjadi kuat  sehingga sistem kekebalan tubuh pun dapat menetralisirkan berbagai macam radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh kita.

Meskipun cara tersebut merupakan cara yang kontraproduktif ketika kita merasa lebih baik saat dalam keadaan demam yang sudah menurun dengan cara meminum obat tertentu seperti obat anti inflamasi yang bertujuan untuk menghentikan produksi lendir yang membuat badan kita terasa sehat kembali.  Jadi, jika perasaan demam, produksi lendir yang banyak, batuk, dan rasa tidak enak badan menunjukkan reaksi kekebalan tubuh yang rendah. Gejala flu atau bersin-bersin bisa datang ketika kita sudah terinfeksi dengan virus atau bakteri tertentu.

Nah berarti sistem kekebalan tubuh merupakan cara bagaimana tubuh kita dapat menangkal berbagai macam radikal bebas yang masuk ke tubuh kita, sehingga kita tidak mudah sakit. Ternyata daya tahan tubuh yang lemah juga dapat kita tingkatkan dengan cara menjaga asupan makanan yang lebih bergizi dan bernutrisi, agar terpenuhinya kebutuhan metabolisme kita.

03 Sep 2016

4 Bakteri Yang Selalu Bersarang Dalam Tubuh Kita Serta Penjelasannya

Bakteri merupakan organisme terbanyak dan paling berkelimpahan dari semua organisme. Meski ukurannya yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat tanpa bantuan mikroskop, bakteri ada di mana saja, di air, tanah, dan di tubuh makhluk hidup. Berikut ini beberapa jenis bakteri beserta penjelasannya :

Staphylococcus

Bakteri ini biasanya di temukan di bagian kulit yang terluka, mata yang sudah terinfeksi, hidung, tenggorokan, air liur dan usus manusia. Bakteri ini sering bersarang di dalam lendir kuning yang berasal dari hidung. Stafilokokus tidak menyebabkan penyakit sampai mereka mendapatkan makanan sendiri, tumbuh serta berkembang biak, sehingga mereka dapat menghasilkna toksin tersendiri. Ini adalah racun yang menyebabkan penyakit, karena toksin tidak mudah hancur atau hilang dengan hanya memasak makanannya saja. Gejala keracunan makanan staphylococcus ini biasanya muncul antara 1 sampai 8 jam setelah makan makanan yang sudah terinfeksi.

Salmonella

Ada ratusan bakteri jenis salmonella tapi tidak semua dapat berbahaya bagi manusia. Mereka dapat di temukan di bagian usus, perut dan kotoran manusia serta kotoran hewan lainnya. Keracunan makanan akibat bakteri jenis ini dapat memakan waktu sampai 48 jam selama waktu bakteri ini dapat berkembang di tubuh setelah makanan dimakan. Gejala termasuk mual, kram perut, diare, demam dan sakit kepala, dapat berlangsung selama 3 sampai 21 hari. Hal ini dapat menyebabkan kematian pada orang yang lebih muda, lemah atau sangat tua. Orang yang menderita kanker atau minum obat-obatan tertentu seperti jantung, ginjal atau masalah hati perlu untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi sesuatu.

Clostridium

Bakteri ini ditemukan di dalam tanah dan di usus hewan, termasuk hewan ternak, unggas, ikan dan tubuh manusia. Keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri clostridium sangat penting untuk di ketahui karena kejadian ini sangat umum terjadi. Gejala keracunan makanan Clostridium akan terjadi sekitar 12 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi. Gejala ini termasuk sakit perut, diare, kadang-kadang mual dan muntah, ini pun berlangsung selama 24 jam. Salah satu jenis bakteri clostridium menimbulkan penyakit yang sangat serius yang disebut botulisme. Penyakit ini disebabkan oleh makan makanan yang sudah terkontaminasi dengan racun yang sangat beracun yang di hasilkan oleh Clostridium botulinum bakteri.

Campylobacter

Bakteri ini ditemukan di banyak hewan seperti anjing, kucing, sapi dan unggas. Biasanya bakteri ini dapat mencemari makanan dan air. Gejala keracunan makanan Campylobacter biasanya berlangsung selama 2 sampai 5 hari. Gejalanya seperti diare, sakit perut yang parah, muntah dan demam. Ini merupakan penyakit yang serius di kalangan masyarakat karena kemungkinan dapat menyebabkan dehidrasi akibat diare.

Bagaimana bakteri tumbuh dan berkembang biak ?

Bakteri bereproduksi (berkembang biak) dengan membelah dua. Dalam kondisi yang baik, bakteri dapat berkembang biak pada tingkatan yang sangat cepat. Bakteri dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik ketika mereka :

  • ketika merasa hangat  (37 ° C-38 ° C)
  • adanya embun
  • persediaan makanan yang cukup

Dalam kondisi yang ideal, bakteri dapat berkembang 2 kali lipat setiap 20 menit. Misalnya, jika dalam sepotong daging kanguru sudah terinfeksi bakteri yang sudah di letakan di permukaan terbuka dan hangat serta lembab, maka bakteri pun dengan mudah akan menggandakan jumlah mereka setiap 20 menit dan dalam 3 jam dari 100 bakteri akan berkembang biak menjadi lebih dari 50.000 bakteri.

Makanan dapat terkontaminasi melalui penanganan makanan yang tidak benar

Makanan dapat terkontaminasi dengan bakteri penyebab penyakit di mana saja makanan sedang ditangani atau disimpan di permukaan terbuka yang memudahkan bakteri tersebut untuk bersarang dalam makanan tersebut, seperti tempat-tempat berikut ini :

  • di pabrik di mana ia diproses yang siap dijual
  • dalam sebuah truk yang diambil dari pabrik ke toko
  • di toko-toko tertentu
  • di outlet makanan seperti kantin sekolah
  • antara toko dan rumah
  • di rumah

Contoh kontaminasi selama penyimpanan

Makanan merupakan resiko tertinggi yang dapat terkontaminasi oleh bakteri seperti ayam mentah yang sudah terkontaminasi sebelum dimasak. Karena daging yang sudah memalui proses pemasakan pun tidak dengan mudah langsung untuk menghilang bakteri jenis tertentu hanya dengan suhu panas, dan ini akan memudahkan bakteri untuk dapat masuk ke dalam tubuh kita.

Contoh kontaminasi selama penanganan

Sebelum memasak ikan yang terkontaminasi bakteri jenis salmonella, seseorang akan menggunakan pisau dan talenan untuk memotong daging. Bakteri dari ikan akan mudah terkontaminasi bakteri dari pisau dan talenan. Irisan daging yang di masak dengan menggunakan pisau dan papan tanpa mencucinya terlebih dahulu, akan memudahkan daging tersebut untuk terkontaminasi.

Kita sudah harus menyadari bahwa banyak sekali penyebab penyakit yang sepele tanpa pernah kita ketahui karena bakteri, virus dan parasit tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Jadi ubahlah keabiasaan bersih dari yang terkecil seperti selalu mencuci tangan sebelum makan.

27 Aug 2016